Seluruh Arsip

TAUBAT

Catatan Indrawati Ira


Taubat adalah terminal (makam) pertama, karena segala bentuk ibadah baru diterima Allah jika didahului dengan bertaubat dan Allah sangat menyukai hambanya yang bertubat.
Allah memerintahkan setiap mukmin untuk bertaubat, seperti disebutkan dalam firman-Nya :
"....dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung "
QS. An Nur : 31

Taubat dapat mencuci hitamnya hati, sehingga amal-amal saleh bisa tampak terang dan diterima, karena itu beraubatlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh sampai malaikat tersenyum.
Bertaubatlah sampai syetan kesal dan menangisi taubat kita.

Bertaubatlah sampai mengangkat derajat kita dan meninggikan tempat kita di sisi Allah.
Mohonlah kepada Allah taubat nasuha, seperti yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an :
" Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (nasuha). mudah-mudahan Tuhan menghapus dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai " QS. Al-Tahrim : 8

Taubat nasuha adalah taubat yang tulus kepada Allah, bersih dari segala kotoran dan disertai dengan rasa penyesalan yang mendalam.

Bila ada dari kita yang merasa sudah terlalu banyak melakukan dosa, jangan sampai keputusasaan menghantui dan kemudian berfikir, bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa kita, karena Allah melarang sikap putus asa dan Allah selalu membuka pintu harapan dan memberikan kesempatan untuk bertaubat.

Allah berfirman :
" Katakan, wahai para hamba-Ku yang telah melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah berkenan mengampuni semua dosa. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " QS. Al-Zumar : 53

Ketahuilah, Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, mencintai orang-orang yang kembali kepada-Nya dan mencintai orang-orang yang memohon ampun kepada-Nya, mencintai orang-orang yang merendahkan diri di hadapan-Nya.

Usahanlah untuk senantiasa selalu tafakur sepanjang hidup kita.
Tidak ada majelis bersama Allah yang paling bermanfaat bagi kita selain majelis tempat kita menyesali diri.
Sesalilah diri kita dengan jujur disertai hati yang sedih, kecewa dan perasaan hina.
Apabila itu dilakukan, InsyaAllah, allah akan mengganti kesedihan dengan keceriaan, kehinaan dengan kemuliaan, kegelapan dengan cahaya, ketertutupan dengan ketersingkapan (kasyf).

Marilah bertobat kepada Allah dan bersimpuh kepada-Nya dengan penuh insyaf dan rasa penyesalan, percayalah siapa yang terus menerus mengetuk pintu Allah. Niscaya Allah membukakan pintu tersebut.

Tanda untuk mengetahui apakah taubat kita diterima atau tidak adalah tandanya kita akan merasa lapang ketika melakukan ketaatan serta hati lebih cenderung pada akhirat, maka bergembiralah dan bersyukurlah kepada Allah atas karunia-Nya.

Adapun tanda dari taubat yang belum diterima ialah, bila kita masih menikmati maksiat dan masih merasa senang melakukan-Nya, maka minta tolonglah pada Allah dan berdoalah :
" Wahai tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan tidak menyayangi kami, pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi. " QS. Al-A'raf : 23

Dalam mengibaratkan kesenangan Allah terhadap taubat hamba-Nya, rasulullah saw bersabda :
Allah lebih senang sengan taubat hamba-Nya daripada seorang yang kehilangan hewan kendaraannya di tanah yang gersang dan tandus, padahal di kendaraannya itu terdapat semua bekal dan perangkat berlindungnya (seperti tenda).
Sehingga ia putus asa untuk mendapatkannya. Ia tidur di bawah pohon menunggu kematianya dan ketika ia bangun ia melihat hewan kendaraannya telah terikat dengan tali di pohon yang ditidurinya. Allah lebih senang dengan taubat hamba-Nya lebih daripada orang yang menemukan kembali hewan kendaraannya ini (H.R Muslim Ahmad dan ad-Darimi).

Itu semua adalah karena kesenangan, kebaikan dan kelembutan Allah, serta bukan karena Allah membutuhkan taubat hamba-Nya dan mengambil manfaat darinya. Allah senang dengan siapa saja yang beribadah pada-Nya.

Taubat dapat menghilangkan kesedihan, kegelisahan.
Taubat juga bisa mendatangkan kebaikan, keberkahan, mempermudah yang sukar, memperluas rezeki, menjauhkan diri dari azab, menjadikan jiwa penuh kedamaian dan menjadi sarana yang paling mendasar dalam menggapai cinta Illahi.

Ketahuilah jika kita berhasil bertaubat, berarti Allah telah mencintai kita.
Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya :
" Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan suka membersihkan diri. " QS. Al-Baqarah : 222

Dalam ayat ini Allah memposisikan hamba yang bertaubat sebagai orang yang dicintai.
1. Terbitnya matahari dari barat, sebagai mana sabda Nabi Muhammad saw :
" Sesungguhnya pada taubat ada pintu yang dibentangkan terbuka lebar antara timur dan barat yang tidak akan tertutup sampai matahari terbit dari barat " (Hadis Hasan).
Saat itu adalah pada hari kiamat dan terbitnya matahari dari barat adalah dalah satu tanda hari kiamat.
2. Dalam keadaan sakarat, saat nyawa telah sampai diujung tenggorokan, ketika malaikat mencabut nyawa. Ketentuan ini berdasarkan sabda Rasulullah saw :
" Allah senantiasa menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai pada ujung tengorokannya. "
(HR Tarmidzi, hadist hasan).

Sayyidul Istighfar :
Allahumma anta rabbii,
laa ilaaha illaa anta khalaqtanii,
wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa'ahdika wa wa'dika mastatha'tu,
abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu-ubidzambii,
faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudzdzunuuba illaa anta.

" Yaa Allah, Engkau Tuhanku.
Tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku.
Aku adalah hamba-Mu yang terikat dengan sumpah dan janjiku kepada-Mu dan untuk menjalankannya sesuai dengan kesanggupanku.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan (kejahatan) perbuatanku.
Aku mengakui ni'mat-Mu atas diriku dan mengakui dosaku, maka ampunilah diriku.
Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni disa-dosa selain Engkau. "
(HR Bukhari dan Nasa'i).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Produk Cantik Ok Rek

Perhiasan dari Martapura