Jika 1 Januari Tiba

Oleh: Muhammad Hanafi Maksum
(penulis buku)

Jawaban terhadap suatu pertanyaan tentu tergantung siapa yang menjawab. Kalau orang Islam sekuler atau yang tak paham syariat ditanya: ''Bolehkah atau tidak, umat Islam ikut merayakan hari Natal, tahun baru 1 Januari, hari Valentine, dan semacamnya, sebagaimana kaum Kristiani merayakannya?'' Jawabannya mungkin: ''Mengapa tak boleh? Sepanjang tak merugikan siapa pun dan pihak mana pun, merayakan ritual Natal, 1 Januari, dan semacamnya malah baik.'' 

Kalau kita bertanya bukan kepada orang yang tepat, jangan salahkan si penjawab, kalau jawabannya ngawur dan tidak argumentatif. Jawaban yang tidak argumentatif dan tidak berbobot mungkin tak perlu diperhatikan. Agar jawaban argumentatif, pertanyaan sebaiknya kita tujukan hanya kepada ulama-ulama kita yang ilmu mereka sudah diyakini, yang menguasai syariat, yang kalau menjawab pertanyaan, mereka bertanggung jawab dan tidak sembarang jawab. 

Kalau pertanyaan di atas ditujukan kepada ulama  ahlus sunnah wal jama'ah, yang mendasarkan jawaban pada Alquran dan as-sunah serta tidak berani memberikan jawaban yang menyesatkan. Maka, jawaban mereka tegas, yaitu: ''Tidak boleh.'' Tetapi, jawaban tegas tersebut tidak akan diterima semua umat Islam. Tak sedikit yang justru menolak. Bahkan, tidak saja menolak, tetapi ada juga yang justru ikut merayakan tahun baru 1 Januari sebagaimana dirayakan kaum Kristiani secara global internasional. 

Bahkan, pada malam tahun baru, ada kawula muda yang beragama Islam ikut-ikutan bersama kawula muda Kristiani berhura-hura melakukan berbagai 'kegiatan' yang sebagian bersifat destruktif. Ironisnya, remaja yang beragama Islam itu terkesan tak merasa berdosa. Terutama, yang sebelumnya sangat akrab dengan kawula muda Kristiani itu.

Remaja Muslim yang tauhidnya telah mantap dan akidahnya sudah mendalam, akan merasa berdosa bergabung dengan Kristiani, apalagi dalam perayaan dan ritual semacam hari Natal, tahun baru, Valentine, dan seterusnya. Tetapi, keluarga Muslim yang sekuler mungkin tak peduli dan tak mencemaskan putra putri mereka sengaja melibatkan diri dalam perayaan Natal, tahun baru, dan lainnya. Juga, remaja dari keluarga yang tidak mengenal syariat dan tak pernah dididik tentang akidah Islamiyah, mungkin tidak merasa risih dan tak merasa berdosa akrab dengan remaja Kristiani, ketika ikut merayakan tahun baru.

Rasul Allah dalam hal ini mengingatkan bahwa pada saatnya nanti, sejengkal demi sejengkal, umat Islam akan mengikuti budaya Nasrani. Bahkan, andainya Nasrani memasuki lubang biawak, umat Islam juga ikut. Diakui atau tidak, sinyalir Nabi itu kini mulai terlihat satu per satu.

Di sini, intervensi setan tak boleh dilupakan. Dengan segala cara, setan iblis berupaya agar remaja Muslim ikut hanyut terlibat dalam pesta merayakan tahun baru itu. Di sinilah, antara lain letak urgensi iman. Kalau seorang remaja tidak beriman, walaupun dirinya dilarang ikut merayakan Natal dan tahun baru, bisa jadi ia akan nekad tetap ikut melibatkan diri. Sebaliknya, kalau ia beriman, diajak dan disuruh pun, ia tetap takkan sudi. Artinya, peran iman yang menentukan dalam hal ini. Kalau kedua orang tua seorang remaja memang saleh dan selalu mendoakan anaknya, biasanya sang anak remaja tersebut tidak akan ikut dalam kegiatan ritual itu. Remaja yang melibatkan diri dalam hura-hura pesta pada hari Natal dan tahun baru, pada umumnya orang tua mereka tak beriman dan kurang perduli serta tak mau mendakwahi anak sendiri. 

Bahkan, mungkin tak pernah shalat seumur hidup. Dalam hal ini, sangat aib sekali kalau seseorang sangat bersemangat menceramahi masyarakat dan berkhotbah di berbagai masjid, tetapi tidak mendidik anak sendiri sehingga sang anak terlibat dalam ritual Natal dan tahun baru. Berdasarkan dalil-dalil dari Alquran dan as-sunah, para pendahulu umat ( salafus saleh seperti para sahabat Nabi) sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, Idul Fitri dan Idul Adha.

Selainnya, tidak hanya sekadar tidak syari'i, tetapi umat Islam tak boleh ikut merayakannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya, dan membantu penyelenggaraannya. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam konteks ini bersabda: ''Barang siapa menyerupai satu kaum maka dia termasuk mereka.'' (HR Abu Dawud dari Abdullah bin Umar) Hari Natal dan tahun baru termasuk di antara jenis perayaan yang dimaksudkan di atas, sebab termasuk di antara perayaan Nasrani. 

Maka, tidak halal bagi seorang Muslim yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, menyetujuinya atau mengucapkan selamat terhadapnya. Sebaliknya, wajib atas setiap Muslim menjauhinya, sebagai wujud menjawab panggilan Allah SWT dan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi Wasallam, dan menjauhkan diri dari berbagai sebab yang mendatangkan kemurkaan Allah SWT dan siksaan-Nya. Juga, diharamkan atas seorang Muslim membantu perayaan tersebut dengan cara apa pun, baik berupa pemberian hadiah, makanan, minuman, menjual, membeli, membuat, saling berkirim surat, dan seterusnya. 

Sebab, itu semua termasuk dalam sikap saling menolong di atas dosa dan permusuhan, serta kemaksiatan kepada Allah dan rasul-Nya. Allah SWT dalam hal ini berfirman: ''Dan saling bertolong-tolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Almaidah: 2)

Kisah Sebutir Kurma

Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak dekat timbangan.


Menyangka kurma itu sebagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat danberdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak karena empat bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Masjidil Haram," jawab malaikat satu lagi.

Ibrahim terkejut dan terhenyak. Jadi selama empat bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullahal adzhim," Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma, untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah, ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua tersebut, melainkan seorang anak muda.

"Empat bulan lalu, saya membeli kurma dari seorang pedagang tua di sini. Ke mana ia sekarang?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya meneruskan berdagang kurma," jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un. Kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?" ujar Ibrahim.

Lantas ia menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah. Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah menghalalkan sebutir kurma yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?"

"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan, tapi entah dengan 11 saudara saya. Saya tak berani mengatas namakan karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya," ujar anak itu.

"Di mana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui satu persatu," tutur Ibrahim.

Setelah menerima alamat, Ibrahim pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga dan semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan Ibrahim.

Sekira empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah kembali berada di bawah kubah Sakhra. Tiba-tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar tengah bercakap-cakap. "Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain," kata malaikat yang satu.

"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi. Ibrahim telah mendapat halalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas," tegas malakat lainnya.

Apabila Anda mempunyai teman atau saudara yang Anda sayangi, teruskan kisah ini. Berhati-hatilah dengan makanan yang masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? Lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu…"
Wassalam

Istilah-Istilah dalam Bidang Penyiaran (3)

Gelombang mikro Gelombang radio denganfrekuensi sangat tinggi (1000Mhz – 1000000Mhz) yang digunakan untuk membawa informasi.
Gelombang pembawa Gelombang yang pada teknik modulasi disesuaikan dengan sinyal informasi yang dibawanya.
Gelombang pendek Gelombang radio dengan panjang gelombang sekitar 50 meter atau kurang.
Gelombang radio Gelombang elektromagnetik didalam spektrum elektromaaagnetik dengan frekuensi 10 khz – 100 Ghz atau dengan panjang gelombang 30 km.
General release Peredaran umum film di gedung bioskop.
Ghost Dua atau beberapa gambar pada TV yang mengalami pantulan sinyal transmisi.
Glass shoot Shoot melalui kaca. Bagian tertentu dishoot melalui pantulan pada permukaan kaca.
Hand held Penggunaan kamer dengan tangan tanpa alat bantu lain. Tanpa tripot atau dolly
Hand props Perlengkapan para artis pada waktu shooting sesuai dengan skenario seperti tas, tongkat, pistol, surat kabar, korek api dsb.
Head on shoot Shoot yang berlangsung berjalan dari depan menuju kearah kamera
Hot spot Bagian yang mendapat sinar sehingga kemilau berlebihan.
Hot frame Awal atau akhir shoot yang sengaja dibuat over expose sebagai tanda sinkron antara gambar dan suara.
Interferensi Suara gemeretak yang mengganggu penerimaan siaran radio disebabkan oleh guruh/petir atau loncatan bunga api listrik pada peralatan mesin listrik.
Ionosper Bagian atas atmosfer bumi byang terdiri dari beberapa lapisan yang dapat memantulkan gelombang radio. Lapisan tersebut bersifat menghantar karena mengandung partikel bermuatan.
Image Citra gambar
Icon Tanda yang menggantikan bentuk aslinya. Terutama karena kemiripan.
In between Dalam mengerjakan animasi, melengkapi berbagai kesenjangan pada serangkaian gerak diantar dua posisi kunci yang telah ditetapkan animator utamanya.
In camera Di dalam kamera. Bagian adegan yang terjangkau sudut pandang kamera.
Indirect sound Suara yang memantul dulu 2 atau 3 kali sebelum sampai pada mikropon.
Insert Shoot sisipan berupa obyek diam seperti buku, jam dll.
Iris Cara pengontrolan masuknya sinar kedalam kamera sesuai kebutuhan lensa.
Iris in, iris out Bila diaphragma dibuka akan terjadi iris in dan bila ditutup terjadi iris out. Digunakan shoot awal atau akhir.
Iris wipe Transisi dari adegan ke adegan yang berbentuk
lingkaran yang membesar atau mengecil.
Jalur transmisi Jalur komunikasi antara dua tempat yang terdiri dari dua saluran dalam arah berlawanan.
Jingle Obyek yang dapat digerak-gerakkan. Biasanya ranting atau dahan yang diletakkan diean cahaya. Untuk memberikan kesan bayangan realistik kepada suatu adegan.
Jump cut Cut yang ada dalam sebuah scene bukan dua scene untuk memadatkan shoot. Cut yang mematahkan kontinuiti waktu, meloncat kedepan dari action ke action lainnya. Menyambung dua shoot yang berasal dari angle yang sama.
Kabel koaksial Kabel yang salah satunya berada ditengah dan konduktor luarnya berbentuk tabung anyaman dan diantar kedua konduktor terdapat isolasi. Contoh : kabel TV.
Key light Penataan chaya pada obyek utama suatu adegan.
Cahaya utama yang jatuh pada obyek dengan sudut 45 derajat terhadap poros kamera-subyek.
Keys Gambaran animasi tentang posisi utama sebuah figur/obyek yang bergerak.
Keystone Distorsi pada citra saat diproyeksikan ke layar.
Biasanya disebabkan karena salah penempatan derajad proyektor terhadap layar. Bisa juga karena kemiringan kamera pada waktu shooting.
Kicker Pencahayaan tambahan untuk menambah kemilau mata atau gigi tanpa menambah pencahayaan bagian lain selain wajah. Juga disebut eye light.
laser Singkatan dari light amplificatio by stimulated emision of radiation. Perangkat untuk membuat berkas cahaya dan murni dan terpusat.
loss Penurunan kekuatan sinyal transmisi ketika melalui kabel.
Laboratory for film Laboratorium film. Berfungsi untuk proses kimiawi terhadap film untuk menghasilkan citra hitam putih maupun warna baik gambar maupun suara.
Library shoot Shoot yang digunakan sebuah film diambil dari stock shoot dari perpustakaan atau arsip shoot. Disebut juga footage shoot
Light meter Alat untuk mengukur pantulan cahaya dari obyek yang akan di shooting.
Light table Meja yang daunnya dibuat dari kaca. Disinari dari bawah untuk melihat citra dalam film.
limbo Jenis set yang menggunakan warna netral atau redup atau dengan latar belakang yang digelapkan kecuali obyek yang akan dishoot.
live Siaran program tv yang dipancarluaskan secara langsung dari tempat asalnya. Berbeda dengan bila acara direkam dulu kemudian diputar ulang pada waktu penyiarannya.
Live on tape Rekaman pertunjukan scr lengkap untuk ditayangkan tanpa editing.
Living screen Drama panggung yang menggunakan latar belakang gambar-gambar adegan film/foto yang disorotkan keatas layar.
Log sheet Catatan yang dibuat asisten juru kamera yang berisi tentang detail shoot yang dikerjakan , kemudian dikirim ke laboratorium proses film. Disebut juga sheet
laporan kamera.
Long shoot Hoot jarak jauh untuk menunjukkan hubungan subyek dengan lingkungannya.
loadspeaker Speaker. Corong suara yang bersifat elektro akuistik untuk merubah getaran listrik menjadi getaran suara.
lumen Unit ukuran biasan cahaya (luminous flux).
Luminous flux Ukuran aliran cahaya yang kesatuannya disebut lumen.
lux Kesatuan ukuran iluminasi. Satuan baku ukuran intensitas cahaya 10.75 lux = 1 foot candle. Biasanya ukuran perkiraan yang dipakai 10 lux = 1 ft/c
Micropon Mic . perangkat untuk merubah gelombang suara menjadi sinyal listrik.
Modem Modulator-demodulator. Perangkat untuk mengubah data komputer kedalam bentuk yang dapat dikirim melalui saluran telepon biasa dan sebaliknya sinyal yang datang dapat dimengerti komputer.
Morse Kode morse. Sistem isyarat menggunakan titik dan garis untuk menyatakan huruf dan angka.
Multiplexing Cara pengiriman sejumlah informasi sekaligus melalui sebuah kawat saluran yang sama.
Main title Judul film
Married print Cetakan positip dimana negatip gambar dan suaranya dikawinkan pencetakannya sehingga menghasilkan copy yang siap diputar di proyektor.
Master scene Shoot orietasi yang merekam bagian besar/seluruh dari scene untuk disisipi shoot lain sebagai penekanan.
Multi track sound Untuk menghasilkan efek steriofonik pada film, maka disediakan 2 atau 3 jalur suara pada jalur film releae dan direproduksi melalui amplifier pemisah jalur ke speaker yang terpisah-pisah.
Narration Narasi. Penjelasan scr verbal atas kejadian yang sedang berlangsung. Dapat berupa deskripsi ekspositorik.
Narrative Bangunan krologi atau liniear dari sebuah cerita.
Narrative film Film yang menuturkan sebuah cerita sebagai lawan dari poetic film atau documentary film.
NTSC Singkatan dari national television standards commitee.
Mengacu pada sinyal komposit tv yang merupakan kombinasi informasi kroma merah-hijau-biru dan informasi luminan hitam-putih.
Noise Derau. Gangguan akibat sinyal dari luar sistem yang berinterferensi dengan sinyal yang ditransmisikan.
Off-camera Di luar jangkauan sudut pengamatan kamera. Seorang yang tak tampak dalam gambar tapi kehadirannya dirasakan melalui implikasi.
Off line editing Proses editing yang menghasilkan EDL(edit decsion list) atau cetak kerja pita video yang tidak untuk broadcast. Selanjutnya dimasukkan ke sistem yang siap menghasilkan master editing.
Off mic. Diluar jangkauan micropon sehingga kualitasnya rendah.
On line editing Akhir proses editing yang menghasilkan kualitas tinggi dari pita edit master untuk broadcast atau penggandaan program.
Opening titles Terdiri dari rangkaian judul, judul episode, nama pengarang, produser, sutradara yang dipampang pada awal program.
Oof Singkatan dari out of frame/meninggalkan bingkai. Bila pemeran keluar oofR berarti meninggalkan dari sebelah kanan bingkai. oofL berarati dari sebelah kiri bingkai.
Out line Kerangka sebuah naskah. Deskripsi narasi secar lugas scene demi scene termasuk karakter tokohnya.
Out take Shoot yang disisihkan pada waktu editing.
Overcrank Usaha mempercepat jalannya film kamer pada waktu shooting. Sehingga bila hasilnya diputar ulang menjadi gambar slow motion.
Panjang gelombang Jarak antara dua puncak gelombang yang berurutan.
Panjang gelombang diukur dalam satuan meter.
Pace Istilah untuk ritme sebuah film
Painted matte shoot Efek trik dimana adegan yang sudah direkam dibubuhkan tambahan dengan memotret sebagian adegan yang dilukis.
PAL Singkatan dari Phase Alternating Line. Sistem warna pal ini berdasarkan sistem jerman. Telah diadopsi australia dan digunakan juga di indonesia.
Panning shoot Shoot yang diambil dengan menggerakkan kamera kekanan dan kekiri pada poros vertikalnya.
Parabolik mikropon Antena parabola kecil yang ditengahnya terdapat mikropon, untuk menangkap suara dari kejauhan.
Pararel action Teknik penuturan dari dua kejadian atau lebih secara bersamaan melalui cross cutting. Disebut juga pararel montase.
Photographic sound Suara yang direkam dan digarap dengan proses optik, meliputi film negatip maupun positip.
Plot Perencanaan dramatis yang dibuat penulis skenario untuk memanipulasi emosi penonton.
Ploting Proses sutradara dalam menentukan shoot-shoot yang akan diambil dan memakai skala floor plan untuk seting kamera dan boom untuk mendapatkan liputan yang paling efektip dan efisien dari sebuah action/adegan.
Preview Pemutaran percobaan dari pertunjukan/film kepada
penonton yang dipilih/diundang sebelum diputar ke
publik.
Print Copy positip dari film.
Processing Pencucian film dengan bahan kimia berbagai material film sehingg muncul citra yang terekam pada emulsinya. Sama dengan cuci film foto.
Producer Orang yang berkuasa dan bertanggungjawab penuh
dalam produksi.
Proposal outline Penjelasan ringkas mengenai kegunaan, sasaran penenton, konsep dan spesifikasi dari rencana pembuatan sebuah film noncerita.
Protagonis Tokoh utama cerita yang nasibnya paling menarik perhatian penonton
Protektive master Master cadangan, pelindung. Film positif hasil cetakan dari negatip utama yang telah diedit kemudian
disimpan untuk dapat memproduksi duplikating negatip bila negatip aslinya rusak.
Pullback shoot Tracking shoot atau zoom yang bergerak mundur dari obyek untuk mengungkapkan konteksnya dengan keseluruhan scene.
Pulldown Gerakan menurun. Gerakan film di dalam kamera/proyektor dari bingkai ke bingkai selalu dari atas ke bawah merupakan gerak menurun.
Pushover Tipe teknik wipe dimana gambar yang muncul terkesan mendorong gambar yang sudah ada keluar dari bingkai.
Pushpull sountrack Jalur suara optis yang terbagi dalam dua bagian yang sama, disinari cahaya audio dalam tahap yang berbeda. Dapat mengurangi distorsi suara.
Radar Suatu cara untuk menentukan lokasi sebuah benda dengan memantulkan gelombang radio pada benda tersebut.
Radio Suatu bentuk komunikasi tanpa kawat penghubung.
Repeater Amplifier yang berfungsi menangkap sinyal-sinyal lemah yang datang serta kemudian membuatkan yang baru dan serupa tetapi memiliki kekuatan maksimum.
Raw stock Bahan baku film sebelum diekspose (disinari) atau dicuci (develope).
Reaktion shoot Close up pemain yang memberikan reaksi terhadap sesuatu yang berada di luar gambar.
Real time Waktu aktual suatu proses atau kejadian berlangsung.
Rear proyektion Penayangan dari belakang. Untuk menayangkan latar belakang yang dikehendaki sebuah adegan, kualitas gambarnya cukup memuaskan.
Recording Sistem Peralatan dengan saluran lengkap. Terdiri dari mic, mixing console, equalizer, kompresor, monitor dll termasuk alat perekam magnetik maupun optik.
Report sheet Formulir laporan kamera. Berisi data-data shoot dan permintaan yang dikehendaki untuk dikerjakan laboratorium. Diisi oleh asisten juru kamera.
Re-record Membuat rekaman tunggal dari sejumlah soundtrack
Re-recording Recam ulang. Diperoleh dari mixing beberapa jalur suara ke dalam satu jalur.
Re-take Pengulangan pengambilan gambar karena pengambilan gambar yang lebih dulu kurang memuaskan.
Running time Panjang waktu pemutaran dalam menit/detik.
SLJJ Sambungan langsung jarak jauh=STD (subscriber trunk dialing).
Satelit komunikasi Perangkat yang diluncurkan keorbit geostasioner bumi dan digunakan untuk memancarkan ulang sinyal-sinyal radio dan TV.
Serat optik Benang gelas yang sangat tipis dan lentur yang mampu menghantarkan cahaya atau laser.
STO Sentral telepon otomatis, yang memungkinkan penyambungan langsung oleh pengguna telepon.
Scenario Naskah yang menjadi dasar pembuatan film. Juga disebut screen play.
Scene Satu unit utuh dari sebuah film naratif bisa merupakan rangkaian shoot atau berupa shoot tunggal yang diambil dari set/tempat/dekor dan hanya menampilkan sebuah actio dramatik saja.
Istilah ini kadang diartikan sebagai setting, satu shoot,sequence
Score Skor. Penulisan komposisi musik sebagai pengiring film atau pertunjukan dramatik lainnya.
Sequence Penamaan atas serangkaian shoot yang beberapa unsur di dalamnya memiliki kesamaan yaitu setting, konsep, action, pelaku, suasana jiwa dll. Suatu bagian yang besar dalam film yang mirip dengan Bab dalam novel.
Sejumlah rangkaian sequence membentuk episode.
Set Tempat dimana sebuah scene berlangsung di shooting.
Set-up Penataan/penempatan berbagai peralatan shooting.
Seperti kamera, micropon lampu dan sebagainya.
Shooting script Skenario yang telah dikembangkan/diolah diperinci shoot demi shoot disertai dialog sepenuhnya, set up kamera dan petunjuk lainnya.
Shoot Satu pemotretan/pengambilan gambar
Short Film yang panjangnya kurang dari 30 menit
Sinyal Kata-kata, kode, atau suara yang ditransmisikan.
Spektrum elektromagnetik Daerah cakupan gelombang elektromagnetik a.l terdiri gelombang radio dan cahaya yang terbentuk akibat kombinasi perubahan medan listrik dengan medan magnit.
SmatV Satelit master antene TV. Sistem kabel multi saluran milik swasta.
Slow motion Gerakan yang disajikan lebih lambat dari gerakan sebenarnya
Sound effect Semua suara buatan yang bukan dialog atau musik Soundtrack Jalur sempit yang berada disepanjang tepi bingkai film bersuara. Suara direkam dengan sistem optik atau magnetik
Special effect Setiap effect yang diterapkan kedalam film setelah pengambilan gambar seperti matte shoot, ghost image, special montage Visual disediakan oleh seksi efek khusus kebutuhan TV, suara disediakan oleh perpustakaan suara.
Stock Persediaan bahan baku film yang belum digunakan atau disebut raw stock
Stock shoot Library shoot atau shoot koleksi hasil shooting
Sinopsis Ikhtisar dari suatu plot atau cerita. Daftar seluruh adegan dengan deskripsi singkat dari perkembangan setiap plot. Penting sebagai panduan dalam editing kontinuiti.
Stand by Aba-aba yang diberikan sutradara kepada pemeran, kru dan operator agar siap bekerja.
Stand in /Stuntman Pemeran pengganti pemain asli. Biasanya pada adegan yang berbahaya stand man diperlukan untuk menggantikan acting.
Story board Serangkaian sketsa umumnya diberi komentar yang merupakan perkembangan penampilan gambar secara garis besar. Rangkaian gambar shoot-shoot yang direncanakan untuk suatu sequence atau seluruh film.
Rangkaian sketsa sudut-sudut pandang utama visualisasi gambar dari suatu peristiwa yang diikuti oleh informasi suara.

Pengertian DESAIN Busana


Busana dan pelengkap (milineris dan asesoris) yang kita pakai setiap hari dibuat tidak asal jadi, tetapi berdasarkan pola atau rancangan tetentu yang disebut dengan desain. Semakin maju tingkat kehidupan masyarakat, semakin banyak memerlukan peran desain, semakin tinggi selera masyarakat semakin tinggi pula tuntutan kecermatan desainnya.
Hal ini disebab karena dalam berbusana manusia selalu menuntut dua nilai sekaligus yaitu nilai jasmaniah berupa enak dan nyaman dipakai, dan nilai rohaniah berupa keindahan dan keanggunan.
Desain busana merupakan pengetahuan dasar bagi seorang calon desainer. Pada desain busana ini akan di jelaskan tentang pengertian desain busana, jenis-jenis desain, unsur-unsur desain, prinsip-prinsip desain, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendesain, desain anatomi tubuh, teknik menggambar bagian-bagian busana dan teknik pewarnaan dan penyelesaian desain.
Sebuah desain tidak mungkin tercipta tanpa ada unsur-unsur pembentuknya, dan tidak akan indah atau menarik dilihat tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip desain. Apa saja yang tergolong pada unsur dan prinsip desain ini akan dibahas secara mendalam pada Bab ini.
Dengan pengetahuan tentang desain ini, diharapkan seorang calon desainer dapat membuat desain busana dengan baik dan benar.
Desain tidak hanya sekedar gambar saja tetapi dengan desain seseorang dapat membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran, membuat pola, pecah pola, menggunting sampai menjahit pakaian dengan kata lain desain merupakan pedoman seseorang dalam mewujudkan pakaian ke bentuk sebenarnya. Jadi jelaslah bahwa desain memegang peranan penting dalam pembuatan suatu pakaian...........

.

Pemilihan Busana Kerja


Busana kerja adalah busana yang dipakai untuk melakukan suatu pekerjaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Busana kerja banyak macamnya, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Jenis pekerjaan yang berbeda menuntut pula perbedaan model, bahan dan warna yang diperlukan. Untuk busana kerja dibengkel pilihlah desain yang mempunyai banyak kantong, karena model yang begini dapat menghemat waktu dan tenaga, sebab alat-alat yang dibutuhkan dapat disimpan di dalam kantong tersebut yang bila diperlukan dapat diambil dengan cepat.
Busana untuk bekerja dikantor, sering dibuat seragam dengan model klasik, yang biasanya terdiri dari rok dan blus untuk wanita, celana dan kemeja untuk pria. Jika memilih model sendiri, pilihlah desain yang sederhana, praktis, tetapi tetap menarik serta memberikan kesan anggun dan berwibawa. Hindarilah pakaian yang ketat, serta garis leher yang rendah atau terbuka, karena desain yang seperti ini kurang sopan dan mengganggu dalam beraktifitas. Untuk memilih busana kerja ada beberapa hal yang harus di perhatikan antara lain :
a) Modelnya sopan dan pantas untuk bekerja serta dapat menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi sipemakai dan bagi orang yang melihatnya.
b) Praktis dan memberikan keluwesan dalam bergerak.
______________________________________

Hawa Napsu

Cinta kita kepada Allah SWT dan keyakinan bahwa kehidupan di dunia ini suatu saat akan berakhir dan di akhirat nanti masing-masing kita harus mempertanggungjawabkan setiap detik perjalanan hidup di dunia, memiliki andil yang sangat besar dalam mengendalikan kecenderungan hawa nafsu.

Suatu saat terjadi dialog antara Rasulullah SAW dengan Hudzaifah Ra. Rasulullah Saw bertanya kepada Hudzaifah. Ya Hudzaifah, bagaimana keadaanmu saat ini? Jawab Hudzaifah: "Saat ini saya sudah benar-benar beriman, ya Rasulullah". Rasul kemudian mengatakan, "Setiap kebenaran itu ada hakikatnya, maka apa hakikat keimananmu, wahai Hudzaifah?" Jawab Hudzaifah: Ada "dua", ya Rasulullah. Pertama, saya sudah hilangkan unsur dunia dari kehidupan saya, sehingga bagi saya debu dan mas itu sama saja. Dalam pengertian, saya akan cari kenikmatan dunia, lantas andaikata saya dapatkan maka saya akan menikmatinya dan bersyukur kepada Allah SWT.  Tapi, kalau suatu saat kenikmatan dunia itu hilang dari tangan saya, maka saya tinggal bersabar sebab dunia bukanlah tujuan. Bila ia datang maka Alhamdulillah, dan bila ia pergi maka, Innalillaahi wa inna ilaihi raji'un. Yang kedua, Hudzaifah mengatakan, "setiap saya ingin melakukan sesuatu, saya bayangkan seakan-akan surga dan neraka itu ada di depan saya. Lantas saya bayangkan bagaimana ahli surga itu me-nikmati kenikmatan surga, dan sebaliknya bagaimana pula ahli neraka itu merasakan azab neraka jahanam. Sehingga terdoronglah saya untuk melakukan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang-Nya".

Mendengar jawaban Hudzaifah ini, Rasul langsung saja memeluk Hudzaifah dan menepuk punggungnya sambil berkata,  "pegang erat-erat prinsip keimananmu itu, ya  Hudzaifah, kamu pasti akan selamat dunia akhirat". Bila kita cermati dialog tersebut, paling tidak, ada "dua" hikmah yang bisa kita petik. Pertama, iman kepada Allah, dengan mencintai Allah itu di atas cinta kepada selain Allah. Dan yang kedua, selalu membayangkan akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan di dunia bagi kehidupan yang abadi di akhirat nanti.

Di dalam beberapa ayat, Allah SWT menjelaskan tentang sifat-sifat orang-orang yang muttaqin, mereka di antaranya adalah yang meyakini akan adanya kehidupan akhirat. Orang yang beriman akan adanya kehidupan akhirat, akan membuat dia mampu mengendalikan kecenderungan hawa nafsunya. Sebaliknya, orang-orang yang tidak meyakini akan adanya kehidupan akhirat, "Mereka tidak pernah takut dengan hisab Kami, dan mereka telah mendustai ayat-ayat Allah dengan dusta yang nyata." (An Naba', 78 : 27-28)

Di dalam Alquran, Allah SWT mengisahkan dialog sesama Muslim di akhirat yakni antara Muslim yang ahli surga dengan Muslim berdosa yang masuk dalam neraka jahanam. Muslim yang langsung masuk surga bertanya kepada Muslim berdosa yang masuk ke dalam neraka. "Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka ? Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kami kematian." (Al Muddatstsir, 74 : 42-46) 

Menurut Alquran, kebanyakan orang-orang yang kufur adalah mereka yang akhir hidupnya penuh dengan kemaksiatan. Ini terjadi karena mereka tidak mengimani bahwa kehidupan mereka akan berakhir di alam akhirat dan mereka harus mempertanggungjawabkan seluruh aspek kehidupan mereka selama di dunia. Demikian pula, Allah SWT mengisahkan kesombongan Fir'aun dan orang-orang yang menyembahnya, "Sombonglah Fir'aun itu dengan seluruh pengikutnya di muka bumi tentu dengan alasan yang tidak benar. Dan mereka mengira, bahwa mereka tidak akan pernah kembali kepada Kami." (Al Qashash, 28 : 39) 

Kesombongan Fir'aun berakhir saat sakaratul maut. Saat dia menyadari bahwa dia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Ketika rombongan malaikat yang bengis-bengis itu mendatanginya saat dia sedang berada di tengah laut, yang dikisahkan para malaikat itu langsung memukul wajah dan punggung mereka. Allah SWT berfirman: "..Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." (Al An'aam, 6 : 93)      

Pada saat sakaratul maut itu, Fir'aun menyatakan: "Sekarang saya benar-benar beriman dengan Tuhannya Nabi Musa dan Harun". Namun saat sakaratul maut pintu taubat sudah ditutup. Karena sudah tidak ada lagi ujian keimanan, sebab yang ghaib termasuk alam dan makhluk ghaib sudah terlihat nyata. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam." (Qaaf, 50 : 22)

Orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari pembalasan/akhirat, yang diharapkan dapat mengendalikan kecenderungan hawa nafsunya untuk hanya mencintai yang dicintai Allah dan membenci yang dibenci Allah, yang hanya mencintai sesuatu di dunia jika yang dicintainya itu dicintai Allah SWT.

Dalam sebuah hadis dikisahkan, suatu ketika pada siang hari, Sayidana Umar ra. berkunjung ke rumah Rasulullah SAW di mana saat itu Rasul sedang tidut beristirahat, dengan dada telanjang. Ketika beliau bangun tampaklah pada punggungnya garis-garis merah karena kasarnya alas tidur beliau yang dibuat dari pelepah kurma. Melihat pemandangan ini, Sayidina Umar menangis. Beliau yang terkenal keras saat itu luluh hatinya ketika melihat Rasulullah dalam kondisi seperti itu. Rasul bertanya: "Apa yang membuat kamu menangis wahai Sayidina Umar ? "Umar berkata:" saya malu ya Rasulullah, engkau adalah pemimpin kami, engkau adalah Rasul Allah, manusia pilihan, manusia yang dimuliakan-Nya. Engkau adalah pemimpin ummat, namun engkau tidur di atas alas yang kasar seperti ini, sementara kami yang engkau pimpin tidur di atas alas yang empuk. Saya malu ya Rasusulullah, selayaknya engkau mengambil alas tidur yang lebih dari ini". Rasul menjawab: "Apa urusan saya dengan dunia ini? Tidak ada! Urusan diri saya dengan dunia ini kecuali seperti orang yang sedang mengembara dalam musim panas menempuh sebuah perjalanan yang cukup panjang, lalu sekejap mencoba bernaung di bawah sebuah pohon yang rindang untuk sekejap melepas lelah. Setelah itu dia pun kemudian pergi meninggalkan tempat peristirahatannya". Kata Rasul: haruskah saya korbankan kehidupan yang abadi hanya untuk bernaung sejenak menikmati itu? (HR. Ahmad, Ibnu Habban, Baihaqi)

Selain kisah di atas, ada kisah lain yang layak kita renungkan di mana suatu ketika Khalifah Umar kedatangan putranya, Abdullah, yang meminta dibelikan baju baru. Secara spontan saja Sayidina Umar langsung marah sambil mengatakan: "Apakah karena kamu seorang anak Amirul Mu'minin lantas kamu ingin bajumu selalu lebih baik dari anak-anak yang lain ? Jawab Abdullah: Tidak! Saya khawatir malah kondisi saya ini akan menjadi fitnah, menjadi bahan cemoohan orang lain di mana anak Amirul mu'minin pakaiannya tidak pernah ganti-ganti, sebab dia hanya memiliki dua baju, di mana bila yang satu dipakai maka yang satu dicuci dan seterusnya. Sayidina Umar berkata: "Baiklah Nak, saya ingin belikan kamu baju baru hanya saja ayah saat ini tidak punya uang. Untuk itu kamu saya utus menemui "Khoolin Baitul Maal' (bendahara negara), sampaikan kepada beliau salam dari ayah dan katakan pula bahwa ayah bermaksud mengambil gajinya bulan depan untuk membelikan kamu baju baru. Abdullah langsung menemui bendaharawan negara dengan mengatakan: "Ada salam dari ayah. Dan, ayah minta supaya gaji bulan depan bisa diserahkan saat ini untuk membelikan saya baju baru". Bendaharawan tersebut mengatakan: "Nak, sampaikan kembali salamku kepada ayahmu, dan katakan bahwa aku tidak bersedia mengeluarkan uang itu". Tanyakan kepada ayahmu, apakah ayahmu yakin sampai bulan depan beliau masih menjabat Amirul Mu'minin, sehingga berani mengambil uang gajinya bulan depan sekarang ? Andaikata dia yakin sampai bulan depan dia masih Amirul Mu'inin, yakinkah sampai besok dia masih hidup, bagaimana kalau besok ia meninggal dunia padahal gajinya bulan depan sudah dikeluarkan. Mendengar jawaban bendahara negara yang demikian itu, pulanglah Abudullah segera menemui ayahnya sambil menyampaikan pesan dari bendaharawan tersebut.

Mendengar penuturan anaknya, Umar langsung menggandeng tangan anaknya sambil mengatakan, antarkan saya menemui bendaharawan tadi. Begitu sampai di hadapan bendaharawan tersebut, Sayidina Umar langsung memeluknya, sambil mengatakan, terima kasih, saudara telah mengingatkan saya terhadap satu keputusan yang nyaris saja salah. Demikianlah kisah Sayidina Umar dan masih banyak lagi kisah lain dari perjalanan hidup para sahabat yang patut kita teladani untuk menghadapi dinamika kehidupan yang terus berkembang mengikuti perputaran zaman.

Allah SWT telah mengingatkan tentang bahayanya manusia-manusia yang menjadikan dunia ini sebagai tujuan hidupnya, "Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya." (An Naazi'aat, 79 : 39) "Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi. Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nyadan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk" (An Najm, 53 : 29-30)

Akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat yang sedemikian mulianya bisa terwujud tiada lain karena adanya benteng keimanan yang sangat kuat dan kokoh. Semoga kita bisa meneladani apa yang menjadi perilaku Rasul dan para sahabatnya. Amin!
 mr-republika

Dua Entitas yang Menyatu

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Baru saja di bulan Dzulhijjah 1430 H ini, dua ratus ribuan kaum Muslimin Indonesia yang bergabung dengan jutaan kaum Muslimin lainnya dari berbagai belahan dunia, telah selesai melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji. 

Tentu saja harapan mereka dan harapan kita semua, para jamaah haji, akan mendapat predikat ''haji mabrur'', haji yang baik dan bersih yang diterima Allah SWT, yang tidak ada balasannya selain kelak akan mendapatkan surga dari Allah SWT, sebagaimana dikemukakan dalam hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah (Fiqh Sunnah, juz 5 hlm 24).

Inti dari haji mabrur, sebagaimana diungkapkan para ulama, adalah adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih positif dan lebih baik, dibandingkan dengan perilaku sebelum ibadah haji An-Yakuuna Ahsana min Qablu wa an Yakuuna Qudwata Ahli Baladihi

Para jamaah haji semakin  taqarrub (dekat) kepada Allah SWT, dengan berbagai ibadah wajib dan sunah, dan semakin dekat serta akrab hubungannya dengan sesama manusia, dengan melakukan berbagai aktivitas sosial kemanusiaan, yang bermanfaat bagi lingkungannya. Berinfak, bersedekah, berwakaf, menolong sesama, bersinergi, dan berkoordinasi dalam kebaikan dan takwa demi kesejahteraan masyarakat, merupakan karakter dan perilaku kesehariannya. 

Dalam sebuah hadis  marfu' , Rasulullah SAW menyatakan bahwa haji mabrur selalu memberi makan pada orang yang lapar dan selalu berkata dengan perkataan yang baik. Karena itu, bisa dinyatakan bahwa perilaku para jamaah haji yang mabrur itu adalah rombongan kaum Muslimin yang berhijrah (berpindah) dari perilaku yang buruk menuju perilaku yang baik, dan bahkan lebih baik dari sebelumnya, sebagaimana tersebut di atas. Haji mabrur dan hijrah adalah dua entitas yang menyatu pada pribadi Muslim dan Mukmin, sama menyatunya antara iman dengan amal saleh.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Ashr [103] ayat 1-3: ''Demi masa (01) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian (02) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran (03).''

Sungguh suatu anugerah Allah SWT yang sangat luar biasa, apabila para  hujjaj(jamaah haji) tersebut adalah juga para  muhajir (orang-orang yang berhijrah) yang memiliki keinginan kuat dan tindakan nyata untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Semoga harapan ini menjadi suatu kenyataan. Insya Allah.
 

Organisasi Proyek Fungsional

Bagan ini menunjukkan perusahaan yang mempunyai organisasi fungsional untuk melaksanakan proyek-proyek besar. Jika perusahaan ini menangani pabrik kimia yang dimaksudkan pada gambar 1.3, proyek itu tidak akan diserahkan kepada satu tim tertentu, tetapi akan dibagikan kepada kelompok-kelompok spesialis, dengan seorang manajer proyek yang ditunjuk dengan tanggung jawab mengarahkan dan mengkoordinasikan pekerjaan. Jelaslah bahwa di sini ada pola komando yang simpang-siur. Setiap orang yang bekerja di dalam salah satu kelompok berada pada titik perpotongan matriks. Orang itu bertanggung jawab baik kepada manajer proyek maupun kepada kepala kelompok tekniknya. Garis tanggung jawab rangkap ini dapat menimbulkan masalah, tetapi organisasi fungsional (matrik) ini mempunyai ciri lain yang mengimbangi masalah ini.




Kehidupan fleksibilitas yang berkaitan dengan kelompok kecil ini sangat terasa dalam hal yang berhubungan dengan fungsi pekerja yang tak langsung. Dalam proyek-proyek pembikinan barang, biasanya hanya ada seorang saya yang bertanggung jawab untuk pembelian dan seorang saja bertanggung jawab untuk kegiatan itu. Bila hal ini terjadi, nasib proyek itu akan bergantung pada sehelai benang, yaitu pada kemampuan atau kesehatan satu orang itu saja. Bila kehilangan fleksibilitas itu terjadi karena kesalahan organisasi, maka perusahaan itu berada dalam situasi yang berbahaya, yaitu tidak mampu menghadapi masalah mendadak seperti adanya beban kerja yang tiba-tiba meningkat.

Dilain pihak, dalam kelompok fungsional tetap, yang terdiri para spesialis yang tidak tergantung pada suatu proyek tertentu, terdapat kemungkinan yang luas untuk pengumpulan pengalaman dan pengembangan keahlian. Setiap bidang keahlian ini menimbulkan fleksibilitas dalam pemanfaatan sumber daya. Masing-masing anggota kelompok mempunyai jaminan yang memadahi mengenai adanya pekerjaan tetap, dimana ia dapat mengembangkan karirnya, dengan jalur kenaikan pangkat yang cukup jelas. Ia akan dapat bersaing dengan rekan-rekannya untuk posisi yang lebih senior bila lowongan untuk itu muncul. Namun tetap ada masalah yang berkaitan dengan tanggung jawab yang terbagi yang dialami oleh setiap anggota kelompok, yaitu kepada manajer proyek......

.... Selengkapnya >>> Organisasi Proyek


.

Lihat profil Facebook saya

facebook
Afandi Kusuma
Afandi Kusuma memiliki:
788 teman
9 foto
0 catatan
28 kiriman dinding
56 grup

Lihat profil Facebook saya


Hai kawan kuliah,

Saya membuat profil Facebook yang dapat saya kirimi foto, video, dan acara saya dan saya ingin menambahkan Anda sebagai teman sehingga Anda dapat melihatnya. Sebelumnya, Anda perlu bergabung dengan Facebook! Setelah bergabung, Anda dapat juga membuat profil Anda sendiri.

Terima kasih,
Afandi

Untuk mendaftar ke Facebook, ikuti tautan berikut:
http://www.facebook.com/p.php?i=1433872988&k=Z2F6QYUR4VTF6BD1QG22WTWVPPIB4261UUGYA&r


kamu  diundang untuk bergabung di Facebook oleh Afandi Kusuma. Jika Anda tidak ingin lagi menerima email sejenis dari Facebooki.
Kantor Facebook beralamat di 1601 S. California Ave., Palo Alto, CA 94304.

Hukum Poligami

Para ulama telah sepakat bahwa poligami diperbolehkan di dalam Islam hingga empat istri. Hal ini berlandaskan kepada Kitabullah dan as-Sunnah. Adapun dalil dari al-Qur'an adalah firman Allah subhanahu wata'ala, artinya, 
"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki." (QS. 4:3) 

Sedangkan dari as-Sunnah adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik, Ahmad, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ghailan bin Umayyah ats-Tsaqafi ketika dia masuk Islam dan memiliki sepuluh orang istri, "Engkau pilih empat orang dan engkau ceraikan yang lainnya." (al-Hadits) 

Dari sini jelas sekali hukum poligami dalam Islam, dan dalil-dalil yang lainnya tentu masih banyak. Orang yang mengharamkan dan menentang poligami berarti telah menentang al-Qur'an dan as-Sunnah, dan dia tidak termasuk dalam lingkaran Islam. Dalam hal ini mendebat mereka hanya akan membuang-buang waktu saja. Kecuali bagi mereka yang terkena fitnah syubhat dalam pemikiran, maka diharapkan penyakit tersebut dapat disembuhkan. 

Poligami sebenarnya bukan hal baru yang dibawa oleh Islam, namun ia telah ada pada umat-umat sebelum Islam. Poligami telah ada dalam agama yahudi, nashrani, ada pada bangsa Romawi, Persia, Yunani, India, Cina, Mesir dan bangsa-bangsa lain. 

Hikmah di Balik Poligami

Poligami dalam Islam disunnahkan bagi laki-laki yang memiliki kemampuan. Allahsubhanahu wata'ala mensyari'atkan poligami tentunya dengan membawa hikmah yang mendalam. Orang yang diberi pengetahuan oleh Allah akan mengetahuinya sedangkan yang dibutakan hatinya maka dia tidak akan tahu. Hikmah poligami amat banyak, di antara yang terpenting adalah: 

1. Islam menganjurkan agar memperkuat serta memperbanyak keturunan dan generasi. Poligami merupakan salah satu sarana untuk mencapai hal tersebut. 

2. Secara alamiyah wanita memiliki halangan biologis seperti haid dan nifas, dan terkadang menderita berbagai penyakit tertentu, sedangkan sang suami dalam kondisi yang prima, sementara berzina diharamkan dalam Islam. Jika dia dilarang menikah lagi dan juga dilarang berzina serta nikah mut'ah maka dia menghadapi kesulitan besar. Sehingga Allah subhanahu wata'ala membolehkan seseorang untuk berpoligami karena di dalamnya terdapat manfaat untuk menghilangkan kerusakan dan kehancuran. 
Sungguh amat buruk yang dilakukan oleh musuh Islam dan para penentang poligami, yang memaksa kaum lelaki untuk menikah hanya seorang istri saja. Sehingga sama saja menyuruh para suami (yang mampu berpoligami) untuk mencari wanita-wanita haram dan pelacur. Demikian pula para wanita yang tidak sempat menikah akhirnya mencari laki-laki hidung belang, baik untuk kepuasan atau mencari penghidupan, karena tidak memiliki suami yang menafkahinya secara lahir dan batin. 

3. Terkadang kaum wanita tidak lagi memiliki gairah dan keinginan untuk berhubungan suami istri karena kondisi biologis. Maka seorang suami menikah dengan wanita lain lebih baik daripada menceraikan istrinya. Demikain pula terkadang seorang istri ada yang mandul, sedang untuk menceraikan tidak mungkin, sehingga terjadi problem rumah tangga. Maka jalan keluar yang terbaik adalah dengan berpoligami. 

4. Terkadang ada seorang wanita yang berusia agak lanjut (dan belum menikah), atau mengalami cacat dan kekurangan dari segi fisik, sehingga dia sangat memungkinkan untuk dinikahi oleh laki-laki yang telah memiliki istri. 

5. Jumlah kaum wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki, bahkan mungkin berlipat ganda. Maka kaum laki-laki jelas menghadapi kerusakan dan bahaya yang besar. Membatasi hanya menikah dengan satu wanita saja jelas menjadikan jumlah wanita tak bersuami akan membengkak. Padahal tidak menikahnya para wanita akan menimbulkan problem yang sangat besar, seperti terlantarnya kaum wanita, kemiskinan, serta kesempitan jiwa dan beban psikologis. Ini jelas akan membuka berbagai pintu kerusakan, na'udzu billah min dzalik. 

Demikian di antara beberapa hikmah dan manfaat poligami. Adapun di negara-negara barat dan negara kafir yang menjalankan aturan sekuler maka kita dapati mereka sangat anti dan menentang poligami. Namun dalam waktu bersamaan mereka melegalkan perzinaan, pelacuran dan berbagai tindakan keji lainnya. 

Dan sangat kita sayangkan bahwa sebagian kaum muslimin pun ada yang mengikuti pemikiran kaum kafir ini. Mereka menyangka bahwa segala yang datang dari barat adalah kemajuan dan kebaikan meskipun itu berupa kebatilan. Sehingga tidak mengherankan jika ada negara yang mengklaim sebagai negeri islami atau penduduknya mayoritas muslim, namun memberlakukan peraturan larangan poligami. Maka bukan rahasia lagi, jika orang-orang yang sebenarnya mampu berpoligami justru lebih memilih mencari " istri simpanan", berselingkuh atau bahkan pergi ke pelacuran daripada menikah secara sah. Salah satu penyebabnya adalah karena lingkungan dan sistem perundang-undangan tidak mendukung dan tidak memberi toleransi terhadap poligami, bahkan bagi sebagian masyarakat poligami sudah dianggap sebagai suatu tindakan kejahatan. 

Kita tidak mengingkari, bahwa berpoligami terkadang mendatangkan berbagai problem, baik yang berkaitan dengan suami-istri maupun anak-anak, dan ini merupakan sesuatu yang wajar. Dan masalah rumah tangga tidak hanya dihadapi oleh mereka yang berpoligami saja, yang beristri satu pun pasti akan menghadapinya, tinggal bagaimana para suami dan istri menyelesaikan masalah tersebut. 

Kendala Berpoligami

Tidak diragukan lagi bahwa poligami kini menghadapi berbagai kendala dan masalah, namun harus disadari bahwa setiap masalah pasti memiliki sebab dan jalan keluar. Di antara kendala terbesar poligami adalah sebagai berikut: 

1. Keberhasilan musuh-musuh Islam dan para penentang poligami dalam menyebarkan berbagai statemen miring dan tuduhan negatif terhadap poligami. Sehingga terbentuk opini di masyarakat bahwa poligami adalah sebuah tindak kejahatan dan keburukan yang harus ditentang. Sebagian kaum muslimin terpengaruh dengan pemikiran ini, dan para "cendekiawan" pun angkat bicara melemparkan syubhat poligami melalui berbagai media. Di antara syubhat-syubhat yang mereka sampaikan adalah: 

  • Bahwa laki-laki tidak akan dapat berbuat adil terhadap istri-istrinya. Mereka berdalih dengan firman Allah subhanahu wata'ala, artinya, 
    "Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian." (QS. an-Nisa':29) 

    Mereka tidak faham bahwa adil yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah dalam masalah hati dan cinta. Ada pun dalam hal nafkah, rumah, mabit, pakaian dan semisalnya maka itu sesuatu yang sangat dapat dilakukan. Jadi maksud ayat di atas adalah janganlah seorang suami condong terhadap salah satu istrinya sehingga menelantarkan istrinya yang lain, walaupun dari segi rasa cinta berbeda antara satu dengan yang lain. 

  • Syubhat ke dua, bahwa poligami hanya akan menimbulkan permusuhan dan kebencian antar istri dan anak-anak, sehingga merusak rumah tangga. Jawaban untuk syubhat ini adalah, bahwa penyebab permusuhan dan kebencian bukanlah poligami namun lebih pada masalah siasat (niat buruk) elemen keluarga, baik suami, istri atau anak-anak, dan juga seorang istri terhadap madunya. Berapa banyak suami yang hanya memiliki satu istri, namun terjadi permusuhan dengan istri dan anak-anaknya. Dan tidak sedikit suami yang melakukan poligami namun keluarganya tentram dan bahagia tanpa ada permusuhan. 

  • Syubhat ke tiga, bahwa poligami akan menyebabkan kemiskinan dan kefakiran. Pemikiran seperti itu berbahaya dan tidak diperbolehkan, karena rizki ada di tangan Allah. Amat banyak keluarga yang dalam kecukupan, meskipun mempunyai anggota keluarga yang besar. Dan banyak pula manusia yang fakir dalam kesendiriannya. Namun demikian berpoligami hanya dapat dilakukan jika seorang laki-laki memenuhi syarat mampu dan adil.

2. Perlakuan buruk sebagian suami yang berpoligami. Ini merupakan salah satu masalah dalam berpoligami, yaitu ketika seorang suami menikah dengan wanita lain, dia tidak berbuat adil dalam hal yang dia mampu, berupa nafkah, mabit, pakaian dan semisalnya. Sebagian suami ada yang tidak dapat mengatur rumah tangganya dengan baik, sehingga dia terkadang berterus terang lebih mencintai salah satu istrinya dari pada yang lain, memuji sebagian istrinya di hadapan istri yang lain dan berbagai kesalahaan yang semisal ini. 

Maka hendaknya dia bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala semaksimal mungkin, dan menjauhi sikap pilih kasih. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda bahwa apabila seorang suami memiliki dua istri lalu condong kepada salah satunya maka dia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan bahunya miring. 

3. Kurangnya kesabaran para wanita. Ditambah cemburu yang melampaui batas sehingga menimbul kan permusuhan antar istri. Dan umumnya problem yang sering terjadi dalam poligami adalah dalam hal ini, apalagi jika kedua belah pihak sama-sama tidak setuju dengan poligami. Cemburu adalah suatu yang dapat ditolerir sebagaimana hal itu terjadi pada istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Namun tentu harus ada batasnya. Bukan cemburu buta dan tanpa batas, hingga melaknat, mencaci, membenci ketetapan Allah dan syari'atnya, atau melakukan ghibah, namimah (adu domba) agar sang suami mentalak madunya. Bahkan mungkin ada di antara wanita yang pergi ke dukun untuk memisahkan suaminya dengan istrinya yang lain, atau mengguna-guna suaminya agar selalu condong kepada dirinya. Semua ini merupakan perkara yang terlarang dalam agama Islam dan termasuk dosa yang sangat besar. Na'udzu billah min dzalik
 .Sumber: Tsalatsun Majlisan fi Irsyadil Ummah,

Produk Cantik Ok Rek

Perhiasan dari Martapura