Persyaratan Sanitasi

Sistem saluran yang digunakan pada sanitasi dapat dibedakan menjadi sistem saluran terbuka dan sistem saluran tertutup. Untuk air hujan dan air kotor lainnya dapat menggunakan sistem pengurasan atau sistem selokan terbuka, atau ada juga sistem ganda yang memisahkan antara air hujan dan air kotor lainnya.
Batik Tulis B21 Katun SuperSaluran sanitasi bisa di dalam tanah atau dipermukaan tanah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan yang ada.
Pipa, sebagai salah satu sistem saluran sanitasi, harus memenuhi syarat tertentu untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Ia harus kedap air, awet, dan tahan air, serta tidak mengandung zat yang dapat mencemari air bila digunakan pada saluran air bersih. Bahan saluran atau bahan pipa dapat berupa pipa beton, pipa keramik (tanah), dan pipa keramik dengan lapisan tembikar. Bahan-bahan itu biasanya digunakan untuk saluran kota. Adapula jenis pipa dari besi cor, baja, plastik (polyetylen/PE, polypropylen/PP, polyvinilchlorid/PVC), asbes-semen (eternit), dan pipa timah. Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk instalasi di dalam gedung atau rumah.
Pemasangan pipa untuk masing-masing saluran air bersih, air kotor, dan air kotoran harus terpisah dan diusahakan untuk tidak bersilangan atau bertumpuk. Apabila terpaksa bersilangan, harus mempunyai cukup jarak antara masing-masing pipa, dengan pipa air bersih terletak di atas saluran air yang lain dan diberi penyekat untuk mengantisipasi bila terjadi kebocoran agar air bersih tidak tercemar air kotor, apalagi air kotoran. Pada sambungan-sambungan pipa harus diperhatikan kekedapannya, jangan sampai terjadi kebocoran, demikian juga dengan sambungan antara pipa dengan tempat penampungan, misalnya dengan septiktank dan resapan, juga antara pipa dengan kran, dan antara saluran dengan bak kontrol dan tempat-tempat yang perlu mendapat perhatian khusus yang lain.
Selain saluran, peralatan atau komponen sanitasi yang lain seperti bak air, septiktank, dan bak kontrol harus benar-benar kedap air. Bahan tempat menyimpan air bersih, yaitu bak air bawah dan bak air atas harus bebas dari zat yang dapat merusak air. Bak air bawah biasanya dari beton cor, diletakkan di tempat yang serendah mungkin agar dapat menerima air dengan tekanan yang kecil sekalipun, dan bak air atas biasanya dari bahan yang ringan, seperti plastik atau aluminium, terkadang bak air atas juga dapat dibuat dari beton cor dengan kontruksi khusus. Bak air atas diletakkan lebih tinggi dari pemakai air (kran pemakaian) yang paling tinggi, agar air dapat mengalir dengan lancar menggunakan gaya grafitasi.
Penempatan resapan harus jauh dari sumur, bila ada yang menggunakan air tanah untuk kebutuhan air bersih, dengan jarak minimal 10 meter. Resapan dibuat dengan bahan-bahan yang mudah meresapkan air, namun cukup baik untuk menyaring air kotor sebelum meresap ke dalam tanah.

..... Selengkapnya - FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR


-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Produk Cantik Ok Rek

Perhiasan dari Martapura