Kutang: Tunik, Kandys, Kandys – bentuk pakaian yang tertua

Kutang: Tunik, Kandys, Kandys – bentuk pakaian yang tertua

Bentuk dasar kutang merupakan bentuk pakaian yang tertua, bahkan sebelum orang mengenal adanya kain lembaran yang berupa tenunan, orang sudah mengenal bentuk pakaian ini. Bentuk kutang menyerupai silinder atau pipa tabung yang berasal dari kulit kayu yang dipukul-pukul sedemikian rupa sehingga kulit tersebut terlepas dari batangnya dan dipakai untuk menutupi tubuh dari bawah ketiak sampai panjang yang diinginkan. Pada zaman dahulu penduduk asliAmerika yaitu suku Indian sudah mengenal pohon kutang yang kulitnya dipakai sebagai penutup tubuh.
Negeri asal kutang yaitu Asia, lalu dibawa ke Iran, Asia kecil, Mesir dan Roma di Eropa. Di Asia dan Afrika bentuk pakaian ini menjadi bentuk utama pakaian walaupun berbeda ukuran panjang dan bentuknya. Ada beberapa jenis pakaian kutang yang dikenal yaitu :

a. Tunik
Tunik atau disebut juga tunika merupakan salah satu bentuk busana kutang yang dikenal pada zaman prasejarah.
Pemakaiannya dari bawah buah dada sampai mata kaki yang diberi dua buah tali / ban ke bahu. Bentuk pakaian ini sering dipakai oleh wanita dan pria Mesir zaman purbakala. Pada perkembangannya bentuk tunik dan cara pemakaiannya disesuaikan dengan tingkat dan golongan pemakai; seperti tunik talaris dipakai oleh para consul, tunik dengan ukuran pendek(sebatas lutut), longgar dan memakai lengan panjang hanya boleh dipakai oleh orang-orang istana. Tunik yang sederhana dengan hiasan kancing pada leher dan pinggang dipakai oleh golongan menengah pada abad ke 6 s.d ke 5 SM di Bizentium. Abad ke 5 SM s.d abad ke 1 sesudah masehi di Roma ada tunik permata. Perkembangannya sampai abad ke 5 sesudah masehi panjangnya sampai pertengahan betis. Dengan masuknya agama Islam di Aceh maka terbawa pulalah setelan celana dengan tunik yang datang dari Pakistan yang selanjutnya disebut dengan baju kurung.

b. Kandys
Kandys merupakan busana yang berasal dari bentuk kutang yang dipakai oleh pria Hebren di Asia Kecil pada zaman prasejarahBusana ini longgar dengan lipit-lipit pada sisi sebelah kanan dan lengannya berbentuk sayap.

c. Kalasiris
Kalasiris yaitu busana wanita Mesir zaman prasejarah. Kalasiris berbentuk dasar kutang, panjangnya sampai mata kaki, longgar dan lurus, adakalanya memakai ikat pinggang dan lengan setali. Kalasiris kadang-kadang dipakai bersama mantel dan cape yang berbentuk syaal sebagai tambahan.

Istilah dalam bidang kuliner - Masakan

L
Lasagna : Pasta Italia dengan potongan lebar. Lasagna hijau rasanya seperti bayam, warna merah muda seperti tomat. Pasta ini dapat juga dibuat dari tepung trigu. Makanan ini disebut lasagna karena biasanya disiapkan dengan daging cincang dan campuran pasta tomat dengan saus tomat dan bagian atas dengan parutan keju permesan, dipanggang dalam oven hingga kecoklatan.  
Longeole : Saus yang berasal dari negara Switzerland
atau Savoy, terbuat dari sayuran (bayam, beet, kol dan daun bawang) dimasak kering dan dibentuk lalu dicampur dengan daging babi dan paru (hati, paru-paru) yang direbus dan bisa juga ditambahkan minyak.
Longuet : Roti gulung kering. Roti ini terdiri atas sedikit lemak dan gula. Dimasak dalam oven bersuhu rendah, sehingga karakteristik tekturnya berbutir dan memungkinkan diolah dalam waktu yang lama.
Lorrete : Hiasan yang ditambahkan dalam daging panggang dan tumisan dalam jumlah sedikit.

Lotus : Tanaman Asia sejenis Lili air, bijinya besar dan biasanya dimakan mentah atau seperti lalapan, dapat juga direbus atau dibakar. Akar teratai ini menyerupai seledri terkadang daunnya dapat dimakan seperti bayam. Di negara Vietnam biji teratai ini  rasanya seperti kacang almond. Digunakan dalam banyak sup manis yang terkenal. Di Jawa daun teratai disajikan bersama lobster dan nasi, di negara Cina daun ini dicampur dengan cincangan daging dan bawang bombay, bijinya dapat pula dibuat acar.

Lunch : Makan siang

M

Macedoine : Bentuk potongan dadu pada vegetables ( 1x1 cm )
Maincourse : adalah makanan pokok yang disajikan setelah makanan sup atau dapat disebut juga makanan atau grup makanan yang disajikan pada saat yang sama atau dimakan pada waktu yang sama. Biasanya disajikan berurutan dengan memberikan waktu yang cukup untuk menikmati hidangan tersebut, kemudian hidangan berikut disajikan
Marinade : Wine atau minyak dan cuka (jeruk nipis) dicampur beri garam dan bumbu serta rempah, dimana makanan direndam dalam cairan tersebut agar empuk dan beraroma
Marketing mix atau bauran pemasaran : kegiatan pemasaran perusahaan sebagai upaya strategi pemasaran yang terintegrasi dalam enam (7) elemen, yaitu product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence, yang antarbagian tersebut bekerja secara sinergi dan saling mempengaruhi.
Menu : adalah daftar hidangan yang disiapkan untuk disajikan sebagai makanan. Dapat juga disebut sebagai susunan makanan dan minuman yang dapat dihidangkan pada waktu makan. Pengertian lain menu yaitu suatu daftar makanan yang bisa dipesan atau daftar makanan yang akan dihidangkan
Mice en place : persiapan
Mince : Mencacah sangat lembut (Finely chopped)  
Mire Poix : Sayuran sebagai penambah aroma pada kaldu
Mise En Place : adalah persiapan awal yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan memasak seperti mengupas bahan, mencuci bahan, memotong bahan sebelum diolah. Atau mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses pengolahan.
Molton : Alas saji
Moulton : Kain tebal untuk alas meja
Mousses : Hidangan pencuci mulut (Dessert) yang dibuat dengan memfreez whip cream yang beraroma
.
N

Name tag : papan nama
Napkin : Serbet makan
Noisette : Sayuran dipotong seperti buah kenari. Pemotongan ini dengan bantuan alat semacam parisienne cutter (cukilan kentang)
Noodles : Pasta yang terbuat dari tepung, telur, dan air yang dibentuk seperti benang. Adonan pasta sebaiknya dibuat dari egg yolk karena woll egg menyebabkan adonan menjadi keras. Noodles berasal dari bahasa Jerman “nudel”. Noodles pada keadaan segar atau setelah dikeringkan
Normal sauce : Sauce yang tingkat kekentalan normal (semi liquid) dengan perbandingan 1 liter kaldu, butter 60 gr dan flour 80 gr
Norwegian sauce : Turunan saos dasar minyak selada yang terdiri dari Vinaigrate + cincang telur + cuka
Nouilles De pommes de terre : Adonan kentang digulung setebal 2cm – potong setebal 2 cm – letakkan di atas telapak tangan dan bentuk menjadi noodle yang lonjong – rebus dalam air garam – sajikan dengan tepung terigu yang disangrai.
Nutmeg : Pala yaitu bumbu dapat berupa utuh atau sudah dibubuk

O

Olivette : Pemotongan bahan seperti bentuk buah olive (buah zaitun)
Omelette : yaitu salah satu hidangan makanan pagi berupa olahan telur yang dikocok dan ditambah sayuran, keju, maupun olahan daging yang kemudian digoreng biasanya berbentuk bulan sabit serta disajikan plane atau disertai accompainmert
One Dish Meal : yaitu hidangan sepinggan dalam satu porsi makanan telah lengkap mengandung sayuran, karbohidrat daging dan penyajiannya cepa
Onion pique : Onion yang di stuffed dengan bay leave dan clove
Oregano : yaitu bumbu untuk masakan Italia berbentuk daun atau bubuk berbau tajam.
Contoh masakan :
- Pizza
- Bolognaise Sauce
- Minestrone
Oxtail : Yaitu bagian daging sapi yang terdapat pada bagian ekor atau buntut, biasanya diolah sebagai sup atau oxtail soup.
Oxtaque : yaitu daging pada bagian lidah
Oyster/tiram/ huitres : yaitu berupa kerang yang biasanya dimakan mentah atau diolah, binatang laut ini harus dicuci dengan air hingga bersih dan disikat terlebih dahulu kerangnya


Selengkapnya tentang Istilah dalam bidang kuliner - Masakan

Lokasi Kejadian (Fungsi tata panggung)

Lokasi Kejadian

Letak geografi sangat mempengaruhi desain sebuah bangunan dan perkakas yang melengkapinya. Bentuk bangunan dan perkakas rumah tangga sangatlah berbeda antara daerah tandus dan daerah subur. Hal ini pulalah yang menjadikan bentuk bangunan setiap suku bangsa berbeda. Dengan memanfaatkan ciri-ciri tradisi atau lokal tertentu dalam mendirikan sebuah bangunan penata panggung dapat memberikan gambaran lokasi kejadian peristiwa lakon kepada penonton.

Bahkan dalam satu daerah bentuk bangunan area tertentu berbeda dengan area lain. Misalnya dalam masa sekarang ini, bangunan perumahan berbeda dengan bangunan rumah penduduk kampung meskipun mereka tinggal dalam satu wilayah. Dengan mencermati setiap sisi bangunan mulai dari bentuk, bahan sampai penataan interior, penata panggung akan mendapatkan gambaran komplit untuk diwujudkan di atas panggung.

Lokasi kejadian tidak hanya sekedar tempat kejadian secara umum tetapi juga di tempat-tempat khusus dalam satu ruang atau bangunan. Misalnya, sebuah bentuk bangunan yang ditampilkan memberi gambaran lokasi kejadian persitiwa terjadi di sebuah gedung tua di salah satu kota pada masa tertentu. Lokasi ini tidak hanya berhenti di sini. Mungkin saja salah satu peristiwa terjadi di ruang dapur gedung tersebut. Peristiwa lain terjadi di ruang tamu. Dengan demikian tata letak perabot serta perkakas yang digunakan harus ditata sedemikian rupa untuk memberi kejelasan lokasi kejadian peristiwa.

http://tenda.suwur.com/2016/03/tata-panggung-untuk-pementasan-teater.html


Selengkapnya tentang Fungsi Tata Panggung (dalam teater)

Daya Dukung Tanah untuk Pondasi Dangkal

Syarat penyelenggaraan pondasi harus memenuhi persyaratan kestabilan untuk menahan beban bangunan diatasnya termasuk penurunan (settlement) akibat mampatnya tanah di bawah pondasi. Dengan kata lain tanah harus memiliki daya dukung yang cukup aman untuk menerima beban bangunan di atasnya.


[ BUKA SELENGKAPNYA : Daya Dukung Tanah Pondasi Dangkal ]


Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah

Selengkapnya tentang PONDASI

Satuan Struktur Utama dan Penggabungannya

Dalam bidang teknik sipil aplikasi struktur terutama dibedakan pada jenis struktur gedung dan struktur untuk bangunan lain. Pada struktur gedung kombinasi struktur selalu berperilaku untuk membentuk volume (ruang) tertentu. Sedangkan bangunan lain (contohnya jembatan), struktur bangunan berfungsi untuk memikul permukaan linear.

Satuan struktural utama adalah struktur minimum ....

 
Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur : Kriteria desain struktur

Selengkapnya tentang : Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan

Sejarah Perkembangan Sistem Struktur

Klasifikasi Struktur

Elemen-elemen Utama Struktur

Agar Perhiasan Awet Bersinar

Agar Perhiasan Awet Bersinar


  • Set Perhiasan Alexandri SPA03
  • MOMEN khusus seperti Hari Raya banyak dimanfaatkan orang untuk memamerkan koleksi perhiasan yang selama ini disimpan. Nah, agar perhiasan Anda selalu indah bersinar, sebaiknya setelah dipakai perhiasan jangan langsung disimpan, melainkan dibersihkan dulu. Caranya pun mudah.
    1. Setelah dipakai, cuci perhiasan dengan sabun cair. Gunakan kain berbahan lembut, kemudian basahi dengan air dan sabun cair. Usapkan kain pada perhiasan. Untuk bagian yang sulit gunakan sikat gigi yang lembut.
    2. Setelah bersih, segera keringkan perhiasan dengan lap. Anda juga bisa membersihkan dengan lap khusus yang sudah dilengkapi obat pembersih. Lap semacam ini bisa didapatkan di toko perhiasan.
    3. Simpan perhiasan yang telah dikeringkan tersebut dalam wadah yang bersih dan benar-benar kering.
    4. Simpan perhiasan berdasarkan materinya, misalnya perak dengan perak, emas putih dengan emas putih, dan sebagainya.
    5. Untuk menghindari goresan pada perhiasan, Anda bisa menyimpan satu perhiasan dalam plastik terpisah.
    6. Simpan perhiasan dalam ruangan yang sejuk dan hindari terkena sinar matahari langsung.
    7. Khusus untuk perhiasan mutiara sebaiknya jangan disimpan terlalu lama. Secara berkala pakai perhiasan karena minyak yang dikeluarkan pori-pori kulit kita akan membuat mutiara terus berkilau.
    sumber: kompas.com

    “Sekolahku, Dulu dan Kini” SDN Klampokarum Oleh: Solikhatul Fatonah Kurniawati (Watiek)

    “Sekolahku, Dulu dan Kini” SDN Klampokarum Oleh: Solikhatul Fatonah Kurniawati (Watiek)

    SDN Klampokarum
    Dear teman-teman semua
    Saat ini ada sahabat kita yang sedang memperjuangkan komputer gratis untuk sekolah dasar di desanya. Mohon dukungannya dengan membuka dulu link:
    facebook.com/bhinnekacom?v=app_4949752878 (kompetisi sudah ditutup)
    Kemudian klik LIKE (Suka) pd tulisan NOMOR URUT 9, judul: “Sekolahku, Dulu dan Kini” by Solikhatul Fatonah Kurniawati
    1 klik sangat berarti bagi sekolah tersebut, karena semakin banyak pemberian tanda LIKE (Suka) pada tulisan itu, akan semakin besar kemungkinan sekolah tersebut mendapatkan komputer GRATIS.
    Mohon sebarkan pula info ini dengan tag (tandai) teman-teman anda. Trims.
    SDN Klampokarum
    SDN Klampokarum
    SDN Klampokarum
    SDN Klampokarum
    “Sekolahku, Dulu dan Kini”
    SDN Klampokarum
    Oleh: Solikhatul Fatonah Kurniawati (Watiek)
    Tak banyak yang bisa kuceritakan tentang sekolahku ini. Sekolahku, SD Negeri Klampokarum, terletak di desa Klampokarum, Kec.Tekung, Kab Lumajang, tempat dimana aku dan kedua orang tuaku membesarkanku dengan penuh kasih sayang.
    Masih ku ingat saat pertama kali aku diantar nenekku pergi ke sekolah. Ketika sampai di sana, tampak murid-murid baru yang sama cemasnya denganku dalam memasuki sebuah lingkungan baru. Kenangan demi kenangan masih terekam erat di kepalaku. Dengan keterbatasan yang ada, kami, tetap semangat menggapai impian dan cita-cita.
    Sekolahku terdiri dari tujuh ruangan kala itu. Enam ruangan dibagi untuk kelas 1 hingga kelas 6, dan 1 ruangan untuk ruang guru, merangkap ruang kepala sekolah, ruang sholat, perpustakaan, UKS, bahkan gudang. Tak ada guru untuk masing-masing bidang studi. Satu guru bisa melakukan one stop teaching untuk murid-muridnya. Benar-benar guru yang hebat menurutku.
    Tiap tahun ajaran baru, para guru selalu cemas dengan jumlah murid yang mendaftar di sekolah. Para guru harus mengeluarkan energi tambahan untuk mendapatkan murid-murid baru agar sekolah kami tetap hidup. Keterbatasan fasilitas membuat sekolah ini semakin terpinggirkan. Mayoritas yang bersekolah di sekolah ini adalah murid-murid yang berasal dari kalangan bawah. Pekerjaan para orang tua murid sebagian besar adalah buruh tani ataupun tukang becak.
    Tak ada yang membedakan semangat dan antusias para murid di desa kami dengan murid-murid di sekolah perkotaan. Mereka tetap anak-anak yang haus akan hal-hal baru, pengetahuan baru, dan informasi baru.
    Kini, 16 tahun sudah sejak aku pindah ke Surabaya dan menetap di sana. Tak ada yang berubah dengan sekolahku ini. Keterbatasan masih terlihat disana-sini, bangku-bangku masih sama, ruang-ruang kelas masih sama, sungai di depan sekolahku pun masih tetap sama mengalir derasnya dengan semangat murid-murid di sekolah ini. Tiap melewati sekolahku ini, ada perasaan nostalgia yang indah ketika melihat murid-murid berlarian kesana-kemari, seolah melihat diriku di masa lalu.
    Tiap kali aku pulang kampung, aku selalu bertanya perkembangan sekolahku kepada ibuku yang telah berpuluh tahun mendedikasikan hidupnya untuk mengajar di sekolah ini. Tiap tahun, ibuku bersama guru-guru yang lain masih saja harus gigih mengajak anak-anak di desa kami untuk bersekolah di tempatnya. Ibuku juga bercerita betapa ia bangga akan prestasi anak didiknya dalam berbagai lomba yang dikompetisikan dengan sekolah-sekolah perkotaan. Ada yang juara satu lomba tartil Al Quran, juara satu lomba mata pelajaran, juara satu khitobah, juara satu lomba volley, peraih NEM tertinggi tingkat kecamatan, dan berbagai prestasi lainnya. Binar kebanggaan itu memantul ke dalam hatiku. Ada rasa haru biru. Ternyata sekolah dengan segala keterbatasan fasilitas tetap mampu meraih prestasi. Aku pun semakin bersemangat mendengar berbagai cerita ibu tentang sekolahku.
    Dulu, ketika aku masih sekolah di sekolah ini, tempat favoritku adalah perpustakaan. Perpustakaan dengan rak alakadarnya yang berisi buku-buku dongeng cerita rakyat Indonesia cukup menghiburku dan teman-temanku. Kini, setelah 16 tahun berlalu, tak ada yang berubah dengan perpustakaan itu. Buku-buku cerita rakyat tahun 70an yang kubaca waktu aku masih bersekolah dulu ternyata masih terjajar pula di rak perpustakaan sekolah sekarang ini. Kusam, menguning, bahkan ada beberapa bagian halaman yang lapuk dimakan usia. Tak ada buku baru yang warna-warni. Tak ada ensiklopedi. Dan yang pasti, tak pernah terlintas pula di benak murid-murid bahwa di luar sana terdapat aneka bacaan gratis berupa e-book yang bisa di akses melalui internet. Semuanya masih terasa jauh untuk dijangkau.
    Bicara mengenai komputer, sudah tiga bulan ini murid-murid mendapatkan tambahan les komputer dengan membayar 14 ribu per bulan. Dengan tenaga pengajar dari lembaga komputer di kota, murid-murid tampak terkagum-kagum dengan benda berteknologi itu. Satu komputer dipakai beberapa murid sekaligus. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar komputer dalam melatih murid-murid secara bergantian menggunakan komputer-komputer yang jumlahnya terbatas tersebut. Waktu belajar pun hanya 1 jam karena para murid harus bergiliran dari kelas satu hingga kelas 6. Ketika selesai, para pengajar pun membawa pulang komputer-komputer tersebut. Tak ada waktu bagi para murid untuk berlama-lama menjelajah dengan benda tersebut.
    Aku melihat sendiri bagaimana rona kebahagiaan dan keceriaan terpancar dari mata mereka. Mata-mata yang kehausan akan hal baru. Seakan menemukan oase di padang pasir, mereka siap meneguk tetesan ilmu-ilmu baru yang datang ke desa kami.
    Namun, ternyata kebahagiaan itu hanya sebentar. Ibuku bercerita bahwa ada sebagian murid tidak bisa melanjutkan untuk mengikuti pelajaran les komputer karena para orangtua mereka terlalu terbebani dengan biaya bulanan 14 ribu tersebut. Sungguh amat disayangkan memang jika kesempatan dan semangat bereksplorasi harus putus di tengah jalan karena alasan biaya.
    Aku pribadi tidak bisa berbuat banyak untuk mereka, selain sekedar membagikan buku-buku cerita/dongeng yang kubeli saat obral di pameran buku di Surabaya. Itu sudah cukup membahagiakan murid-murid yang juga haus akan bacaan-bacaan dan ilmu pengetahuan.
    Inilah alasan bagiku untuk mengajukan sekolahku mendapatkan komputer gratis. Harapannya, dengan adanya komputer di sekolah, murid-murid bisa dengan leluasa bereksplorasi dengan berbagai pengetahuan dan teknologi informasi. Komputer juga bisa memudahkan para murid dalam mengakses internet sehingga wawasan mereka semakin luas.
    _________________________
    Dear teman-teman semua
    Saat ini ada sahabat kita yang sedang memperjuangkan komputer gratis untuk sekolah dasar di desanya. Mohon dukungannya dengan membuka dulu link:
    facebook.com/bhinnekacom?v=app_4949752878 (kompetisi sudah ditutup)
    Kemudian klik LIKE (Suka) pd tulisan NOMOR URUT 9, judul: “Sekolahku, Dulu dan Kini” by Solikhatul Fatonah Kurniawati
    1 klik sangat berarti bagi sekolah tersebut, karena semakin banyak pemberian tanda LIKE (Suka) pada tulisan itu, akan semakin besar kemungkinan sekolah tersebut mendapatkan komputer GRATIS.
    Mohon sebarkan pula info ini dengan tag (tandai) teman-teman anda di facebook. Trims.

    Cetak saring atau sablon atau screen printing

    Cetak saring atau sablon atau screen printing


    Cetak saring atau sablon atau screen printing merupakan bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Cetak saring dapat diartikan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang biasa disebut screen (Guntur Nusantara, 2007: iii). Pada umumnya cetak mencetak dilakukan pada setiap benda padat yang datar tetapi dapat juga dilakukan di atas bentuk yang melingkar. Pada prinsipnya cetak mencetak pada berbagai macam benda padat adalah sama.
    Perbedaannya terletak pada jenis cat / tinta yang digunakan dan jenis produk yang akan dicetak.

    Menengok sejarah cetak saring atau cetak sablon telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa Jepang sejak tahun 1664, abad ke- 17. Ketika itu, Yuzensai Miyasaki dan Zisukeo Mirose mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif yang sebelumnya dibuat motif kimono dengan tulis tangan. Ternyata lebih menekan biaya sehingga kimono motif sablon mulai b anyak digunakan oleh masyarakat Jepang. Sejak itu, teknik cetak saring terus berkembang dan merambah ke berbagai negara. Pada tahun 1907, pria berkebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutera halus. Bahan rajut inilah yang merupakan cikal bakal kain gasa untuk menyablon…..

    Cara menghitung berat besi beton polos, ulir (sirip) dan virkan (nako)

    Cara menghitung berat besi beton polos, ulir (sirip) dan virkan (nako)

    Contoh Daftar Harga Besi Beton terbaru 2012 bisa dilihat disini
    Cara menghitung berat besi beton (polos):
    Diameter x Diameter x Panjang x 0,006165
    (diameter dalam satuan milimeter, panjang dalam satuan meter)
    0,006165 dari:
    3,14 / 4  x 7854 / 1000000
    3,14 adalah PI
    4 (hitung volume tabung atau luas lingkaran) karena yang dikuadratkan diameter, maka dibagi 2 kuadart = 4
    7854 adalah berat jenis baja (kg per meter kubik)
    1000000 karena diameternya dalam milimeter ke meter kuadrat (1000 kuadrat)

    .
    Besi beton polos tidak bisa benar-benar bulat, karena proses rolling mill memang karakternya seperti itu. Besi (baja) bulat hasil dari mesin bubut saja, ada toleransinya, apalagi hasil penggilingan. Untuk itu, biasanya, untuk mendapatkan diameter besi beton, diukur beberapa kali, dan hasilnya dirata-rata.
    Cara menghitung besi beton polos tersebut tidak berlaku untuk menghitung berat besi ulir (sirip). Diameter dalam besi beton ulir tidak bisa biasanya tidak persis sama untuk hasil pada ukuran tertentu, karena tebal dan kedalaman ulirnya tidak sama, tergantung pembuatan matrasnya (calibernya).

    Untuk menghitung berat besi kotak (nako / virkan):
    Diameter x Diameter x Panjang x 0,007854
    Angka (nilai) 0,007854 adalah berat jenis baja (kg per meter kubik) dibagi 1000000 karena diameternya dalam milimeter ke meter kuadrat (1000 kuadrat)
    Demikian Cara menghitung berat besi beton polos, ulir (sirip) dan virkan (nako), jika masih ada kesulitan atau hal yang perlu ditambahkan langsung saja berikan tanggapan pada form komentar dibawah ini.

    Puisi karya seorang teman

    Puisi karya seorang teman yang belum tahu namanya

    Berharap tanpa pasti..
    Hanya bermimpi..
    Tak ada yang indahkan hatiku lagi..
    Jenuh lusuh tak berarti..
    Ku benci keadaanku ini..
    Ku ingin temukan cahaya putih nan suci..
    Tuk bangkitkan jati diri..
    Melangkah dengan tujuan yang pasti..

    .

    Lalu berikut sebuah drama sederhana:
    Sanam: siapa kau?
    Sajna: aku pecinta..
    Sanam: mengapa kau hampiri aku?
    Sajna: karna hatiku yang membawa..
    Sanam: sungguh ku bukan bidadari, yang membuat lelaki terpesona..
    Sungguh ku bukan putri raja..
    Yang membuat orang takluk dan tunduk terlena..
    Sajna: Dan sungguh ku tak inginkan putri raja ataupun seorang bidadari..
    Yang ku inginkan hanyalah rembulan yang selalu bercahaya di hati..

    Cerpen – Rainy Love (Hujan Cinta) karya -

    Cerpen – Rainy Love (Hujan Cinta) karya -

    GRATIS -Cerpen -Rainy Love (Hujan Cinta)Hujan. Aku menunggunya. Hujan hari ini. Agar aku bisa meminjam payungmu lagi nanti, lalu kita pergi ke halte bersama dan menunggu bis yang sama. Aku menikmati suasana itu kalau kau ingin tahu. Ah… aku hanya jenuh dengan pekerjaan di kantor yang tak pernah berhenti, malah semakin hari semakin bertambah. Entah aku dikuras oleh pemimpin perusahaan atau aku menjadi orang yang berpengaruh di perusahaan.

    Seperti hari ini. Aku harus menyelesaikan setumpuk proposal kerjasama dengan pihak sponsor, siangnya aku harus berlari-lari untuk membuat duplikat fotokopi proposal kerjasama, sorenya aku harus mengirim email ke beberapa klien yang masih bertanya-tanya kapan barangnya akan mereka terima. Seringkali aku lupa makan siang,  Seringkali aku melupakan minum. Setelah sampai di rumah, pada malam hari, aku hanya bisa terkapar, menghela nafas yang sangat panjang. Akhirnya hari ini bisa berakhir juga, walaupun episodenya tetap sama, membosankan dan memuakkan.

    Setiap malam aku hanya makan mie instan, minum kopi. Entah bagaimana nasib perutku, kuberikan makanan yang kurang menyehatkan, bahkan beberapa hari yang lalu aku putus asa. Ketika beberapa orang mengatakan mie instan bahaya untuk dimakan, karena mengandung banyak pengawet… “LALU BAGAIMANA DENGANKU??? AKU MAKAN APA LAGI???” itu lah teriakan hati dan perutku. Aku hanya orang miskin yang tinggal di tengah rumah susun yang padat dengan masalah.
    Aku hanya orang yang terlahir miskin, yang berusaha menjadi kaya dengan bekerja di kantor yang padat jadwal dan tugas. Aku tidak bisa lagi hidup seperti ini. Seperti hari yang lalu. Seperti bulan sebelumnya… Tapi bagaimana???

    Jawabannya ada pada sore itu. Ketika hujan membasahi bumi, aku tak punya payung untuk menghalau hujan. Jas hujanku tertinggal di rusun. Aku hanya berlari melawan hujan menuju halte bis, belum sampai halte, kau sudah menghentikanku. Kau berdiri di depanku, tersenyum di balik payung hitammu itu. “Hai… mau menunggu bis? Mari sama-sama”  katamu lembut saat itu. Entah apa yang aku lakukan ketika kau ucapkan sapaan itu dengan suara yang merdu. Mungkin penyanyi sedunia akan kalah bila bertanding denganmu……

    Selengkapnya dapat didownload gratis di: 60-gratis-cerpen-rainy-love-hujan-cinta.html

    ____________Toko Produk-Produk Cantik

    Postingan Populer