Kutang: Tunik, Kandys, Kandys – bentuk pakaian yang tertua

Kutang: Tunik, Kandys, Kandys – bentuk pakaian yang tertua

Bentuk dasar kutang merupakan bentuk pakaian yang tertua, bahkan sebelum orang mengenal adanya kain lembaran yang berupa tenunan, orang sudah mengenal bentuk pakaian ini. Bentuk kutang menyerupai silinder atau pipa tabung yang berasal dari kulit kayu yang dipukul-pukul sedemikian rupa sehingga kulit tersebut terlepas dari batangnya dan dipakai untuk menutupi tubuh dari bawah ketiak sampai panjang yang diinginkan. Pada zaman dahulu penduduk asliAmerika yaitu suku Indian sudah mengenal pohon kutang yang kulitnya dipakai sebagai penutup tubuh.
Negeri asal kutang yaitu Asia, lalu dibawa ke Iran, Asia kecil, Mesir dan Roma di Eropa. Di Asia dan Afrika bentuk pakaian ini menjadi bentuk utama pakaian walaupun berbeda ukuran panjang dan bentuknya. Ada beberapa jenis pakaian kutang yang dikenal yaitu :

a. Tunik
Tunik atau disebut juga tunika merupakan salah satu bentuk busana kutang yang dikenal pada zaman prasejarah.
Pemakaiannya dari bawah buah dada sampai mata kaki yang diberi dua buah tali / ban ke bahu. Bentuk pakaian ini sering dipakai oleh wanita dan pria Mesir zaman purbakala. Pada perkembangannya bentuk tunik dan cara pemakaiannya disesuaikan dengan tingkat dan golongan pemakai; seperti tunik talaris dipakai oleh para consul, tunik dengan ukuran pendek(sebatas lutut), longgar dan memakai lengan panjang hanya boleh dipakai oleh orang-orang istana. Tunik yang sederhana dengan hiasan kancing pada leher dan pinggang dipakai oleh golongan menengah pada abad ke 6 s.d ke 5 SM di Bizentium. Abad ke 5 SM s.d abad ke 1 sesudah masehi di Roma ada tunik permata. Perkembangannya sampai abad ke 5 sesudah masehi panjangnya sampai pertengahan betis. Dengan masuknya agama Islam di Aceh maka terbawa pulalah setelan celana dengan tunik yang datang dari Pakistan yang selanjutnya disebut dengan baju kurung.

b. Kandys
Kandys merupakan busana yang berasal dari bentuk kutang yang dipakai oleh pria Hebren di Asia Kecil pada zaman prasejarahBusana ini longgar dengan lipit-lipit pada sisi sebelah kanan dan lengannya berbentuk sayap.

c. Kalasiris
Kalasiris yaitu busana wanita Mesir zaman prasejarah. Kalasiris berbentuk dasar kutang, panjangnya sampai mata kaki, longgar dan lurus, adakalanya memakai ikat pinggang dan lengan setali. Kalasiris kadang-kadang dipakai bersama mantel dan cape yang berbentuk syaal sebagai tambahan.

Istilah dalam bidang kuliner - Masakan

L
Lasagna : Pasta Italia dengan potongan lebar. Lasagna hijau rasanya seperti bayam, warna merah muda seperti tomat. Pasta ini dapat juga dibuat dari tepung trigu. Makanan ini disebut lasagna karena biasanya disiapkan dengan daging cincang dan campuran pasta tomat dengan saus tomat dan bagian atas dengan parutan keju permesan, dipanggang dalam oven hingga kecoklatan.  
Longeole : Saus yang berasal dari negara Switzerland
atau Savoy, terbuat dari sayuran (bayam, beet, kol dan daun bawang) dimasak kering dan dibentuk lalu dicampur dengan daging babi dan paru (hati, paru-paru) yang direbus dan bisa juga ditambahkan minyak.
Longuet : Roti gulung kering. Roti ini terdiri atas sedikit lemak dan gula. Dimasak dalam oven bersuhu rendah, sehingga karakteristik tekturnya berbutir dan memungkinkan diolah dalam waktu yang lama.
Lorrete : Hiasan yang ditambahkan dalam daging panggang dan tumisan dalam jumlah sedikit.

Lotus : Tanaman Asia sejenis Lili air, bijinya besar dan biasanya dimakan mentah atau seperti lalapan, dapat juga direbus atau dibakar. Akar teratai ini menyerupai seledri terkadang daunnya dapat dimakan seperti bayam. Di negara Vietnam biji teratai ini  rasanya seperti kacang almond. Digunakan dalam banyak sup manis yang terkenal. Di Jawa daun teratai disajikan bersama lobster dan nasi, di negara Cina daun ini dicampur dengan cincangan daging dan bawang bombay, bijinya dapat pula dibuat acar.

Lunch : Makan siang

M

Macedoine : Bentuk potongan dadu pada vegetables ( 1x1 cm )
Maincourse : adalah makanan pokok yang disajikan setelah makanan sup atau dapat disebut juga makanan atau grup makanan yang disajikan pada saat yang sama atau dimakan pada waktu yang sama. Biasanya disajikan berurutan dengan memberikan waktu yang cukup untuk menikmati hidangan tersebut, kemudian hidangan berikut disajikan
Marinade : Wine atau minyak dan cuka (jeruk nipis) dicampur beri garam dan bumbu serta rempah, dimana makanan direndam dalam cairan tersebut agar empuk dan beraroma
Marketing mix atau bauran pemasaran : kegiatan pemasaran perusahaan sebagai upaya strategi pemasaran yang terintegrasi dalam enam (7) elemen, yaitu product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence, yang antarbagian tersebut bekerja secara sinergi dan saling mempengaruhi.
Menu : adalah daftar hidangan yang disiapkan untuk disajikan sebagai makanan. Dapat juga disebut sebagai susunan makanan dan minuman yang dapat dihidangkan pada waktu makan. Pengertian lain menu yaitu suatu daftar makanan yang bisa dipesan atau daftar makanan yang akan dihidangkan
Mice en place : persiapan
Mince : Mencacah sangat lembut (Finely chopped)  
Mire Poix : Sayuran sebagai penambah aroma pada kaldu
Mise En Place : adalah persiapan awal yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan memasak seperti mengupas bahan, mencuci bahan, memotong bahan sebelum diolah. Atau mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses pengolahan.
Molton : Alas saji
Moulton : Kain tebal untuk alas meja
Mousses : Hidangan pencuci mulut (Dessert) yang dibuat dengan memfreez whip cream yang beraroma
.
N

Name tag : papan nama
Napkin : Serbet makan
Noisette : Sayuran dipotong seperti buah kenari. Pemotongan ini dengan bantuan alat semacam parisienne cutter (cukilan kentang)
Noodles : Pasta yang terbuat dari tepung, telur, dan air yang dibentuk seperti benang. Adonan pasta sebaiknya dibuat dari egg yolk karena woll egg menyebabkan adonan menjadi keras. Noodles berasal dari bahasa Jerman “nudel”. Noodles pada keadaan segar atau setelah dikeringkan
Normal sauce : Sauce yang tingkat kekentalan normal (semi liquid) dengan perbandingan 1 liter kaldu, butter 60 gr dan flour 80 gr
Norwegian sauce : Turunan saos dasar minyak selada yang terdiri dari Vinaigrate + cincang telur + cuka
Nouilles De pommes de terre : Adonan kentang digulung setebal 2cm – potong setebal 2 cm – letakkan di atas telapak tangan dan bentuk menjadi noodle yang lonjong – rebus dalam air garam – sajikan dengan tepung terigu yang disangrai.
Nutmeg : Pala yaitu bumbu dapat berupa utuh atau sudah dibubuk

O

Olivette : Pemotongan bahan seperti bentuk buah olive (buah zaitun)
Omelette : yaitu salah satu hidangan makanan pagi berupa olahan telur yang dikocok dan ditambah sayuran, keju, maupun olahan daging yang kemudian digoreng biasanya berbentuk bulan sabit serta disajikan plane atau disertai accompainmert
One Dish Meal : yaitu hidangan sepinggan dalam satu porsi makanan telah lengkap mengandung sayuran, karbohidrat daging dan penyajiannya cepa
Onion pique : Onion yang di stuffed dengan bay leave dan clove
Oregano : yaitu bumbu untuk masakan Italia berbentuk daun atau bubuk berbau tajam.
Contoh masakan :
- Pizza
- Bolognaise Sauce
- Minestrone
Oxtail : Yaitu bagian daging sapi yang terdapat pada bagian ekor atau buntut, biasanya diolah sebagai sup atau oxtail soup.
Oxtaque : yaitu daging pada bagian lidah
Oyster/tiram/ huitres : yaitu berupa kerang yang biasanya dimakan mentah atau diolah, binatang laut ini harus dicuci dengan air hingga bersih dan disikat terlebih dahulu kerangnya


Selengkapnya tentang Istilah dalam bidang kuliner - Masakan

Lokasi Kejadian (Fungsi tata panggung)

Lokasi Kejadian

Letak geografi sangat mempengaruhi desain sebuah bangunan dan perkakas yang melengkapinya. Bentuk bangunan dan perkakas rumah tangga sangatlah berbeda antara daerah tandus dan daerah subur. Hal ini pulalah yang menjadikan bentuk bangunan setiap suku bangsa berbeda. Dengan memanfaatkan ciri-ciri tradisi atau lokal tertentu dalam mendirikan sebuah bangunan penata panggung dapat memberikan gambaran lokasi kejadian peristiwa lakon kepada penonton.

Bahkan dalam satu daerah bentuk bangunan area tertentu berbeda dengan area lain. Misalnya dalam masa sekarang ini, bangunan perumahan berbeda dengan bangunan rumah penduduk kampung meskipun mereka tinggal dalam satu wilayah. Dengan mencermati setiap sisi bangunan mulai dari bentuk, bahan sampai penataan interior, penata panggung akan mendapatkan gambaran komplit untuk diwujudkan di atas panggung.

Lokasi kejadian tidak hanya sekedar tempat kejadian secara umum tetapi juga di tempat-tempat khusus dalam satu ruang atau bangunan. Misalnya, sebuah bentuk bangunan yang ditampilkan memberi gambaran lokasi kejadian persitiwa terjadi di sebuah gedung tua di salah satu kota pada masa tertentu. Lokasi ini tidak hanya berhenti di sini. Mungkin saja salah satu peristiwa terjadi di ruang dapur gedung tersebut. Peristiwa lain terjadi di ruang tamu. Dengan demikian tata letak perabot serta perkakas yang digunakan harus ditata sedemikian rupa untuk memberi kejelasan lokasi kejadian peristiwa.

http://tenda.ok-rek.com/2016/03/tata-panggung-untuk-pementasan-teater.html


Selengkapnya tentang Fungsi Tata Panggung (dalam teater)

Dinding Tanah Distabilisasi secara Mekanis (Mechanically Stabilized Earth Wall/MSE)

MSE dibuat dari beberapa elemen bahan yang dimaksudkan untuk penguatan dan perbaikan tanah dengan menggunakan plat baja (steel strip) atau bahan grid polimer (polymeric grid), geotekstil (geotextile) yang kuat menahan tarikan dan beban bahan di atasnya.

Keuntungan dinding ini dibandingkan dinding konvensional dari bahan pasangan dan beton bertulang adalah:
1. Fleksibel terhadap adanya kemungkinan penurunan
2. Cukup murah
3. Cukup efisien terhadap waktu pemasangan
4. Kapabilitas yang cukup baik untuk terjadinya drainase (drainage)

Terdapat dua macam produk, produk yang dapat mulur (extensible product), dan produk yang tak dapat mulur (inextensible product). Produk yang dapat meregang memungkinkan berubah bentuk akibat beban tanpa mengalami putus karena kekuatannya telah dirancang melebihi kekuatan tanah.

Dinding ini diselenggarakan untuk keperluan semi permanen dan atau jika lapangan menyulitkan membangun dinding penahan dari bahan pasangan. Kadang bahan ini digunakan sebagai stabilisasi saat pelaksanaan pekerjaan dinding penahan yang lebih permanen. Ilustrasi pemakaian dinding penahan ini ditunjukkan pada Gambar.
Gambar Pemakaian geotekstil dan gabion pada dinding penahan

Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah
Selengkapnya tentang PONDASI

Daya Dukung Tanah untuk Pondasi Dangkal

Syarat penyelenggaraan pondasi harus memenuhi persyaratan kestabilan untuk menahan beban bangunan diatasnya termasuk penurunan (settlement) akibat mampatnya tanah di bawah pondasi. Dengan kata lain tanah harus memiliki daya dukung yang cukup aman untuk menerima beban bangunan di atasnya.

Daya dukung tanah umumnya dinyatakan dalam besaran tegangan: ton/m2 atau kg/cm2. Besar daya dukung sangat dipengaruhi kuat geser tanah – sudut geser, perilaku keruntuhan, berat isi tanah / kepadatan tanah dan angka rekatan. Ilustrasi untuk perhitungan daya dukung pondasi dapat diilustrasikan seperti pada Gambar.
Gambar Data-data untuk perhitungan daya dukung pondasi


Pondasi Telapak Memanjang. Besarnya daya dukung tanah paling tinggi ultimate (qu) untuk pondasi telapak memanjang (wall footing) dapat didekati dengan menggunakan formula sebagai berikut, dan grafik faktor daya dukung seperti pada Gambar.


qu = c Nc + q Nq + 0.5 Yb B NY (5.9)

Dimana:
qu = daya dukung ultimate (ton/m2 atau kg/cm2)
c = angka rekatan/ kohesi tanah ((ton/m2 atau kg/cm2)
q = tegangan akibat tanah di atas tanah dasar pondasi
= γa. Z (ton/m2 atau kg/cm2)
Z = kedalaman pondasi (m, cm)
γb = berat isi tanah dibawah pondasi ((ton/m3 atau kg/cm3)
B = lebar pondasi memanjang / strip (m, cm)
Nc, Nq, Nγ = faktor daya dukung (Tabel )
 
 Tabel Besarnya Faktor Daya Dukung


 Untuk bentuk pondasi umpak atau footing setempat formula tersebut harus dikalikan faktor bentuk pondasi setempat. Besaran faktor bentuk ( ξ) dapat ditunjukkan dalam Tabel .
Tabel Besaran Faktor Bentuk Pondasi dangkal

Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah

Selengkapnya tentang PONDASI

Satuan Struktur Utama dan Penggabungannya

Dalam bidang teknik sipil aplikasi struktur terutama dibedakan pada jenis struktur gedung dan struktur untuk bangunan lain. Pada struktur gedung kombinasi struktur selalu berperilaku untuk membentuk volume (ruang) tertentu. Sedangkan bangunan lain (contohnya jembatan), strukturbangunan berfungsi untuk memikul permukaan linear.

Satuan struktural utama adalah struktur minimum yang digunakan pada konteks bangunan gedung yang dapat dipergunakan baik secara individual maupun secara berulang. Sebagai contoh, empat kolom beserta permukaan bidang kaku yang ditumpunya membentuk volume ruang tertentu merupakan satuan struktural utama. Satuan ini dengan susunan bersebelahan maupun bertumpuk akan membentuk volume ruang yang lebih besar. Jika diletakkan bersebelahan maka kolom-kolom dapat dipergunakan bersama oleh masing-masing satuan.

Satuan struktural utama dapat terdiri atas kombinasi elemen-elemen linier/garis, bidang/permukaan, vertikal maupun horisontal, baik tunggal maupun rangkaian rangka. Satuan struktural yang biasa dijumpai dapat dibedakan menjadi:
• Sistem yang membentang secara horisontal
• Sistem yang membentang secara vertikal
• Sistem tumpuan lateral.

Pada permukaan datar, sistem yang membentang secara horisontal dapat terdiri atas satu atau dua elemen yang membentang. Untuk sistem yang terdiri atas elemen-elemen pembentang secara vertikal dapat berupa hirarki: bidang pembentuk permukaan yang terbentang pendek akan ditumpu oleh balok-balok sekunder (balok anak) yang berjarak dekat antara satu dengan lainnya, balok-balok sekunder selanjutnya akan dipikul oleh balok-balok lain (utama/induk) yang lebih besar dengan jarak yang lebih lebar, balok-balok utama ini yang akan menyalurkan beban ke elemen pemikul vertikal. Hirarki elemen-elemen struktur dapat terdiri atas dua lapis, tiga lapis atau lebih, tetapi hirarki tiga lapis adalah hirarki yang paling sering digunakan. (Gambar 3.10). Pada situasi dengan bentang-bentang pendek sistem lantai dan balok-balok sering digunakan, sedangkan untuk bentang struktur yang panjang rangka batang atau struktur kabel merupakan sistem yang banyak digunakan .

Pada tumpuan vertikal, umumnya terdiri atas dinding pemikul beban dan sistem kolom. Dinding pemikul beban dapat digunakan untuk menerima beban pada seluruh bagian panjangnya, misalnya dari bidang horisontal. Pada sistem kolom akan menerima gaya-gaya terpusat saja, umumnya dari ujung-ujung balok.

Beban-beban yang bekerja pada arah horisontal seperti angin atau gempa dapat menyebabkan struktur runtuh secara lateral. Struktur dinding dapat memikul beban-beban tersebut, sebaliknya sistem balok dan kolom membutuhkan elemen-elemen pemikiul lain misalnya elemen linier diagonal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur : Kriteria desain struktur

Selengkapnya tentang : Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan

Sejarah Perkembangan Sistem Struktur

Klasifikasi Struktur

Elemen-elemen Utama Struktur

Agar Perhiasan Awet Bersinar

Agar Perhiasan Awet Bersinar


  • Set Perhiasan Alexandri SPA03
  • MOMEN khusus seperti Hari Raya banyak dimanfaatkan orang untuk memamerkan koleksi perhiasan yang selama ini disimpan. Nah, agar perhiasan Anda selalu indah bersinar, sebaiknya setelah dipakai perhiasan jangan langsung disimpan, melainkan dibersihkan dulu. Caranya pun mudah.
    1. Setelah dipakai, cuci perhiasan dengan sabun cair. Gunakan kain berbahan lembut, kemudian basahi dengan air dan sabun cair. Usapkan kain pada perhiasan. Untuk bagian yang sulit gunakan sikat gigi yang lembut.
    2. Setelah bersih, segera keringkan perhiasan dengan lap. Anda juga bisa membersihkan dengan lap khusus yang sudah dilengkapi obat pembersih. Lap semacam ini bisa didapatkan di toko perhiasan.
    3. Simpan perhiasan yang telah dikeringkan tersebut dalam wadah yang bersih dan benar-benar kering.
    4. Simpan perhiasan berdasarkan materinya, misalnya perak dengan perak, emas putih dengan emas putih, dan sebagainya.
    5. Untuk menghindari goresan pada perhiasan, Anda bisa menyimpan satu perhiasan dalam plastik terpisah.
    6. Simpan perhiasan dalam ruangan yang sejuk dan hindari terkena sinar matahari langsung.
    7. Khusus untuk perhiasan mutiara sebaiknya jangan disimpan terlalu lama. Secara berkala pakai perhiasan karena minyak yang dikeluarkan pori-pori kulit kita akan membuat mutiara terus berkilau.
    sumber: kompas.com

    Produk Cantik Ok Rek

    Perhiasan dari Martapura